Gunung Merapi muntahkan awan panas guguran (APG) dari kawah puncak dengan jarak luncur 2.000 meter, Jumat (1/12/2023) pukul 19.27 WIB. Kawah meluncur ke arah ke barat daya
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Toifur Hadi menyampaikan hujan abu akibat awan panas dari guguran Gunung Merapi mengguyur sebagian wilayah di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Gunung yang terletak di perbatasan Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini meluncurkan awan panas guguran ke arah Kali Bebeng atau Kali Krasak sekitar pukul 12.12 WIB.
Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Lumajang, Basarnas, TNI, Polri, relawan dan lintas instansi terkait terus melakukan upaya penyelamatan, pencarian dan evakuasi.
Gunung Merapi di perbatasan Sleman, DIY, Magelang, Boyolali dan Klaten, Jawa Tengan (Jateng) kembali menyemburkan awan panas atau yang biasa disebut wedus gembel
Gunung Merapi di perbatasan Sleman, DIY, Magelang, Boyolali dan Klaten, Jawa Tengan (Jateng) kembali semburkan awan panas guguran atau yang biasa disebut wedus gembel, Senin (7/3/2022) malam.
Awan panas guguran itu tercatat di seismogram dengan amplitudo 17 mm dan durasi 152 detik. Jarak luncur 1.800 meter ke arah barat daya. Arah angin ke timur
Gunung Merapi di perbatasan Sleman, DIY, Magelang, Boyolali dan Klaten, Jawa Tengan (Jateng) kembali menyemburkan awan panas guguran atau yang biasa disebut wedus gembel, Jumat sore (21/12022).
Hujan abu tipis menyelimuti sejumlah desa di Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur setelah Gunung Semeru kembali meluncurkan awan panas guguran (APG) pada Rabu pukul 08.35 WIB.
Secara visual juga teramati awan panas guguran dengan jarak luncur 3.000 meter mengarah ke tenggara dan teramati api diam, serta sinar api saat visual gunung terlihat jelas.
Gunung Merapi di perbatasa Sleman DIY, Magelang, Boyolali dan Klaten Jawa Tengah terpantau 3 kali memuntahkan awan panas guguran dengan jarak luncur 1.800 meter ke Sungai Bebeng, Sleman.