LANGIT7.ID, Sleman - Gunung Merapi di perbatasan Sleman, DIY, Magelang, Boyolali dan Klaten, Jawa Tengan (Jateng) kembali menyemburkan awan panas guguran atau yang biasa disebut wedus gembel, Jumat sore (21/12022).
Aktivitas vulkanik ini terjadi pukul 17.05 WIB dan nampak di seismogram dengan amplitudo 30 mm dan durasi 232 detik
“Sore ini tercatat satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur 2.500 meter ke arah barat daya sungai Bebeng,” kata kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/1/2022).
Baca juga:
Merapi Bergolak, Muntahkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km Balai Penyelidikan danPengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada periode pukul 00.00 WIB-12. 00 WIB juga mencatat terjadi gempa guguran 57 kali, gempa hembusan 4 kali, gempa fase banyak atau hybrid 10 kali, gempa tektonik jauh 1 kali dan gempa vulkanik dangkal 1 kali.
Hanik menjelaskan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah Sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
“Untuk itu masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya,” paparnya.
BPPTKG saat ini masih menetapkan status Gunung Merapi level III atau siaga dan akan meninjau kembali jika ada perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan.
(sof)