Pujian Prof Quraish Shihab pada Gus Baha: Orang Alim Besar tapi Sembunyi
Tim langit 7
Rabu, 06 Desember 2023 - 07:00 WIB
Cendekiawan Muslim Indonesia Profesor Quraish Shihab melemparkan pujian kepada KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha).Foto/ist
Cendekiawan Muslim Indonesia Prof Quraish Shihab melemparkan pujian kepada Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3iA KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha).
Ia menyebut Gus Baha sebagai sosok alim yang rendah hati. "Ini (Gus Baha) orang alim besar, tapi sembunyi diri," ungkap Prof Quraish seperti dikutip NU Online dari tayangan di Youtube Universitas Islam Indonesia, Selasa (5/12/2023).
Momen Prof Quraish Shihab memuji Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu terekam saat sedang mengisahkan Syekh Muhammad Rasyid Ridha ketika menuliskan tafsir Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 15 dalam tafsir Al-Manar.
"Saya teringat itu Syekh Muhammad Rasyid Ridha di dalam Tafsir Al-Manar, dia menulis tafsirnya untuk majalah Al Manar. Sering kali dia tidak dapat merujuk ketika menulis," terangnya.
Baca juga:Gus Baha: Kemenangan Permanen Umat Islam adalah Logika
Ketika hendak menyebutkan satu ayat yang berkaitan, Prof Quraish sempat lupa dan terhenti. "Maka ketika dia menulis tentang itu, sepanjang ingatan saya, e... ya'tina, e... subhanallah," ucap dia.
Mendapati itu, Gus Baha yang berada di sebelah Prof Quraish, spontan melanjutkan ayat yang hendak diucapkan Prof Quraish. "Walla ya'tina al-fahisyata min nisa'ikum," kata Gus Baha, lirih.
Ia menyebut Gus Baha sebagai sosok alim yang rendah hati. "Ini (Gus Baha) orang alim besar, tapi sembunyi diri," ungkap Prof Quraish seperti dikutip NU Online dari tayangan di Youtube Universitas Islam Indonesia, Selasa (5/12/2023).
Momen Prof Quraish Shihab memuji Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu terekam saat sedang mengisahkan Syekh Muhammad Rasyid Ridha ketika menuliskan tafsir Al-Qur'an surat An-Nisa ayat 15 dalam tafsir Al-Manar.
"Saya teringat itu Syekh Muhammad Rasyid Ridha di dalam Tafsir Al-Manar, dia menulis tafsirnya untuk majalah Al Manar. Sering kali dia tidak dapat merujuk ketika menulis," terangnya.
Baca juga:Gus Baha: Kemenangan Permanen Umat Islam adalah Logika
Ketika hendak menyebutkan satu ayat yang berkaitan, Prof Quraish sempat lupa dan terhenti. "Maka ketika dia menulis tentang itu, sepanjang ingatan saya, e... ya'tina, e... subhanallah," ucap dia.
Mendapati itu, Gus Baha yang berada di sebelah Prof Quraish, spontan melanjutkan ayat yang hendak diucapkan Prof Quraish. "Walla ya'tina al-fahisyata min nisa'ikum," kata Gus Baha, lirih.