1 Banding 100, Pro-Israel Kalah Telak dalam Pertempuran di Medsos
Muhajirin
Jum'at, 08 Desember 2023 - 13:00 WIB
Sebuah analisis surat kabar Amerika, Politico, menunjukkan perang sengit di media sosial antara pendukung Israel dan pendukung Palestina.
Sebuah analisis yang dilakukan oleh surat kabar Amerika, Politico, menunjukkan perang sengit di media sosial antara pendukung Israel dan pendukung Palestina.
Organisasi-organisasi pro-Israel disebut menggelontorkan dana 100 kali lipat dibanding kelompok pendukung Palestina di platform Meta (Instagram dan Facebook) pada November hingga Desember.
Meski begitu, narasi Israel tetap kalah telak. Kelompok pendukung Palestina bisa memenangkan narasi atau pertempuran di media sosial. Pro-Israel menggelontorkan dana sebensar $2,2 juta dibanding pendukung Palestina yang Hanya $10 ribu dolar.
Meski pro-Israel menggelontorkan dana jutaan dolar, namun Politico menyebut ada hal-hal tertentu yang tidak bisa dibeli dengan yang, terutama di kalangan generasi muda.
Gelontoran Dana Pro-Israel
Politico melaporkan, pro-Israel mengeluarkan $2 juta dolar sebagai upaya membentuk opini publik, terutama anak muda Amerika Serikat.
Politico menganalisis database elektronik yang melacak kelompok yang memakai fitur iklan berbayar di Facebook dan Instagram selama periode waktu tertentu.
Organisasi-organisasi pro-Israel disebut menggelontorkan dana 100 kali lipat dibanding kelompok pendukung Palestina di platform Meta (Instagram dan Facebook) pada November hingga Desember.
Meski begitu, narasi Israel tetap kalah telak. Kelompok pendukung Palestina bisa memenangkan narasi atau pertempuran di media sosial. Pro-Israel menggelontorkan dana sebensar $2,2 juta dibanding pendukung Palestina yang Hanya $10 ribu dolar.
Meski pro-Israel menggelontorkan dana jutaan dolar, namun Politico menyebut ada hal-hal tertentu yang tidak bisa dibeli dengan yang, terutama di kalangan generasi muda.
Gelontoran Dana Pro-Israel
Politico melaporkan, pro-Israel mengeluarkan $2 juta dolar sebagai upaya membentuk opini publik, terutama anak muda Amerika Serikat.
Politico menganalisis database elektronik yang melacak kelompok yang memakai fitur iklan berbayar di Facebook dan Instagram selama periode waktu tertentu.