Gotong Royong, Warga di Yogyakarta Sulap Tumpukan Sampah Jadi Kebun dan Kolam Ikan
Mahmuda attar hussein
Kamis, 02 September 2021 - 14:45 WIB
Ilustrasi kolam ikan hasil gotong royong warga Yogyakarta. Foto: Langit7/Istock
Gotong-royong ciri khas masyarakat Indonesia menyelesaikan perkerjaan dengan mudah, membantu satu sama lain. Melalui gotong-royong, kegiatan yang dilakukan mampu memberikan nilai ekonomis yang menguntungkan.
Seperti yang dilakukan warga di Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta. Melalui gotong-royong, mereka mampu mengubah lahan terbengkalai, tempat sampah menjadi lahan yang lebih bermanfaat untuk bercocok tanam dan kolam ikan.
Ketua Kelompok Tani Ngudimulyo, Muhammad Fathoni mengatakan, kelompok tani ini dibentuk berawal dari keprihatinan masyarakat yang berada disekitar lahan terbengkalai dan dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Inisiatif warga muncul untuk mengubah lahan tersebut agar bisa lebih bermanfaat untuk budidaya tanaman.
“Pengolahan ini kami mulai dengan membersihkan lahan menggunakan alat seadanya. Tapi karena gundukan sampahnya terlalu banyak dan alat kami tidak bisa menyelesaikan semuanya, maka kami bergotong-royong untuk sewa bulldozer guna meratakan lahan terbengkalai ini tadinya,” ujarnya dikanal Youtube CapCapung.
Baca juga:Niat Bermanfaat Bagi Banyak Orang, Kini Sukses Punya 14 Cabang Toko Plastik
Fathoni menyebutkan, lahan bekas pembuangan sampah ini sebenarnya bukan tergolong tanah subur. Sebab, pada dasar tanahnya masih banyak bebatuan dan pecahan batu dari bongkahan bangunan.
Untuk itu, ia bersama kelompok taninya membuat bentuk bedengan yang digunakan untuk menanam, sayuran dan tanaman lain yang memiliki nilai ekonomis. Sementara untuk perikanan, di beberapa kolam yang ada, pihaknya melakukan pembibitan ikan lele, patin, nila, dan ikan hias.
Seperti yang dilakukan warga di Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta. Melalui gotong-royong, mereka mampu mengubah lahan terbengkalai, tempat sampah menjadi lahan yang lebih bermanfaat untuk bercocok tanam dan kolam ikan.
Ketua Kelompok Tani Ngudimulyo, Muhammad Fathoni mengatakan, kelompok tani ini dibentuk berawal dari keprihatinan masyarakat yang berada disekitar lahan terbengkalai dan dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Inisiatif warga muncul untuk mengubah lahan tersebut agar bisa lebih bermanfaat untuk budidaya tanaman.
“Pengolahan ini kami mulai dengan membersihkan lahan menggunakan alat seadanya. Tapi karena gundukan sampahnya terlalu banyak dan alat kami tidak bisa menyelesaikan semuanya, maka kami bergotong-royong untuk sewa bulldozer guna meratakan lahan terbengkalai ini tadinya,” ujarnya dikanal Youtube CapCapung.
Baca juga:Niat Bermanfaat Bagi Banyak Orang, Kini Sukses Punya 14 Cabang Toko Plastik
Fathoni menyebutkan, lahan bekas pembuangan sampah ini sebenarnya bukan tergolong tanah subur. Sebab, pada dasar tanahnya masih banyak bebatuan dan pecahan batu dari bongkahan bangunan.
Untuk itu, ia bersama kelompok taninya membuat bentuk bedengan yang digunakan untuk menanam, sayuran dan tanaman lain yang memiliki nilai ekonomis. Sementara untuk perikanan, di beberapa kolam yang ada, pihaknya melakukan pembibitan ikan lele, patin, nila, dan ikan hias.