Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Gotong Royong, Warga di Yogyakarta Sulap Tumpukan Sampah Jadi Kebun dan Kolam Ikan

mahmuda attar hussein Kamis, 02 September 2021 - 14:45 WIB
Gotong Royong,  Warga di Yogyakarta Sulap Tumpukan Sampah Jadi Kebun dan Kolam Ikan
Ilustrasi kolam ikan hasil gotong royong warga Yogyakarta. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Yogyakarta - Gotong-royong ciri khas masyarakat Indonesia menyelesaikan perkerjaan dengan mudah, membantu satu sama lain. Melalui gotong-royong, kegiatan yang dilakukan mampu memberikan nilai ekonomis yang menguntungkan.

Seperti yang dilakukan warga di Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta. Melalui gotong-royong, mereka mampu mengubah lahan terbengkalai, tempat sampah menjadi lahan yang lebih bermanfaat untuk bercocok tanam dan kolam ikan.

Ketua Kelompok Tani Ngudimulyo, Muhammad Fathoni mengatakan, kelompok tani ini dibentuk berawal dari keprihatinan masyarakat yang berada disekitar lahan terbengkalai dan dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Inisiatif warga muncul untuk mengubah lahan tersebut agar bisa lebih bermanfaat untuk budidaya tanaman.

“Pengolahan ini kami mulai dengan membersihkan lahan menggunakan alat seadanya. Tapi karena gundukan sampahnya terlalu banyak dan alat kami tidak bisa menyelesaikan semuanya, maka kami bergotong-royong untuk sewa bulldozer guna meratakan lahan terbengkalai ini tadinya,” ujarnya dikanal Youtube CapCapung.

Baca juga: Niat Bermanfaat Bagi Banyak Orang, Kini Sukses Punya 14 Cabang Toko Plastik

Fathoni menyebutkan, lahan bekas pembuangan sampah ini sebenarnya bukan tergolong tanah subur. Sebab, pada dasar tanahnya masih banyak bebatuan dan pecahan batu dari bongkahan bangunan.

Untuk itu, ia bersama kelompok taninya membuat bentuk bedengan yang digunakan untuk menanam, sayuran dan tanaman lain yang memiliki nilai ekonomis. Sementara untuk perikanan, di beberapa kolam yang ada, pihaknya melakukan pembibitan ikan lele, patin, nila, dan ikan hias.

Seiring waktu, keprihatinan dan kepedulian warga sekitar disambut baik oleh banyak pihak. Sehingga ada niatan kuat untuk mengembangkan lahan tersebut menjadi pertanian agar lebih maju dan bermanfaat.

“Dinas pertanian kota dan provinsi juga sudah memberikan beberapa bantuan dan dukungannya. Mulai dari pemberian drum yang difungsikan sebagai kolam lele, rumah maggot, dan rumah bibit. Ini semua bisa dilakukan berkat kepedulian banyak pihak yang terlibat” jelasnya.

Fathoni mengaku, warga yang masuk ke dalam kelompok taninya turut serta membantu sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing, di antaranya bantuan pemikiran, uang dan tenaga. Sehingga ia berharapuntuk mengubah area sampah menjadi lebih bermanfaat bisa terwujud.

Di samping memanfaatkan lahan terbengkalai untuk bisa lebih bermanfaat, Fathoni juga memiliki niatan yang lebih baik ke depan. Melalui kegiatan kelompok taninya ini, ia berharap dapat menjaga ketahanan pangan yang ada di wilayah sekitarnya menjadi lebih kuat.

“Ke depan kita berharap kelompok tani ini tidak sekadar sampai di sini saja, tapi bisa lebih maju lagi. Kita bercita-cita wilayah kami ini juga dapat menjadi tempat eduwisata, yang nantinya kita akan gandeng pihak sekolah yang ada untuk bisa memberikan edukasi terkait bercocok tanam kepada para siswa,” jelasnya.

Sementara itu, Siswanto, Ketua Kelompok Tani Purbayan yang terlibat dalam pegolahan lahan tersebut mengatakan, tadinya kegiatan bertani atau bercocok tanam belum menjadi keinginan para warganya. Melalui pengolahan lahan bekas sampah tersebut, ia mendorong para warga sekitar untuk bisa turut andil mengolah lahan hingga bisa menghasilkan nilai ekonomis.

Usulannya itu disambut baik, dimulai dengan melakukan pembersihan lahan yang dilakukan warganya dengan senang hati secara gotong-royong. Ia mengatakan, warga juga antusias untuk belajar mengelola lahan terbengkalai menjadi lahan bermanfaat untuk bercocok tanam.

“Sementara ini baru tanaman yang sifatnya mudah, seperti tomat, cabai, kangkung, dan ketela. Di sini pun kami telah membagi tugas kewenangan masing-masing, sehingga kegiatan bertani ini bisa berlangsung dengan baik dan terkoordinasi,” ujarnya.

Baca juga: IHW: Produk Berbahan Haram Wajib Diberikan Keterangan Tidak Halal

Kegiatan yang dilakukan secara spontanitas ini, sekarang menjadi pengelolaan usaha yang berbasis agrobisnis. Melalui hal itu, diharapkan bisa memberikan kebaikan bagi para warga sekitar, mulai dari kesehatan, ilmu pertanian, dan penghasilan mereka.

“Jadi ini menjadi sarana untuk mendukung kesehatan warga, kebersihan, dan menambah penghasilan warga. Saya yakin, karena ini upaya terbaik maka akan memberikan penghasilan yang terbaik pula. Kami harap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi warga lain untuk bisa melakukan pengolahan lahan menjadi lebih baik dan menghasilkan,” jelasnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)