LANGIT7.ID, Gresik - Mengembangkan sebuah bisnis sesuai syariat Islam, sudah seharusnya memberikan manfaat bagi banyak orang. Ini sesuai dengan arahan hadits Al-Qadlaa’iy dalam Musnad Asy-Syihaab no. 129, Ath-Thabaraaniy dalam Al-Ausath no. 5787: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Bisnis dengan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada orang lain, berharap mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Bisnis yang berkah selalu diberikan kemudahan dalam menjalankan usaha.
Begitu juga yang dilakukan oleh muslim asal Gresik, Jawa Timur, Imam Chairuddin. Dia menyebutkan, niatnya membangun usaha adalah untuk menjadi orang yang bisa menebarkan manfaat kepada orang lain.
Melalui bisnisnya, Go Sumber Plastik, Imam menjual berbagai jenis plastik dan turunannya, mulai dari alat pesta, kebutuhan kantoran, rumah tangga, kuliner, dan lainnya. Setidaknya Imam telah memiliki kurang lebih 2.000 item produk yang dijual di tokonya.
“Saya ingin bisnis ini menjadi berkah yang tidak hanya untuk saya tapi juga orang lain. Maka moto kami adalah belajar, bekerja, dan beramal. Jadi teman-teman di sini juga tidak hanya bekerja, tapi juga mereka bisa belajar dan syukur jika mereka bisa mandiri dan bisa beramal,” ujarnya dikanal Youtube Insbi Media.
Baca juga: Keuntungan Perdana Sedekah, Berbalas Orderan Ikan Asin Senilai Rp300 JutaBegitu juga dengan urusan modal, Imam mengaku selalu berupaya menjalankan bisnisnya sesuai syariat. Salah satunya dengan menghindari segala macam bentuk pinjaman modal, sehingga bisa dikatakan bisnisnya dapat berkembang hingga saat ini tanpa bantuan pinjaman modal.
“Sebenarnya utang itu akan melemahkan bisnis. Bisnis ini saya bangun, pondasinya memang tanpa utang dan Alhamdulillah bisa terus berkembang sampai sekarang. Kita juga tidak boleh menjadi orang yang tamak, artinya harus lebih banyak berbagi, karena mengundang rezeki tersendiri,” jelasnya.
Bahkan dengan keyakinannya, di masa pandemi sekali pun, tidak bepengaruh signifikan terhadap bisnisnya. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya karyawan yang di PHK, bahkan segala kegiatan transaksi diakuinya tetap berjalan relatif normal.
“Semua itu niatan karena Lillahi Ta’ala, bisnis yang kita niatkan untuk membantu orang, Allah melihat situasi seperti ini pun Dia masih menolong kita,” ujarnya.
Awal Berbisnis Produk PlastikImam mulai membuka toko yang menjual perlengkapan plastik ini sejak 2015, dengan nama Go Sumber Plastik. Ia mengaku, saat menjalankan bisnisnya ini, sama sekali tidak memiliki pengetahuan seputar dunia produk perplastikan, tapi ia gigih untuk tetap menjalankan usahanya sambil belajar.
Disaat membuka bisnisnya, Go Sumber Plastik hanya memiliki tiga orang karyawan, karena memang saat itu belum berkembang memiliki banyak cabang. Namun, kini usahanya telah memiliki 14 cabang yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur, dengan jumlah total karyawan sekitar 70 orang.
“Dari 14 cabang, 7 milik saya, sementara sisanya punya mitra. Dalam mengelola usaha pasti ada suka-duka, karena kita juga harus mengelola SDM, itu yang tidak mudah, karena manusia punya beragam karakter. Dengan usaha yang saat ini telah memiliki berbagai cabang, kita juga perlu melakukan sistem kontrol. Jadi saat ini juga masih kita remote, harapannya ketika berkembang pesat bisa auto pilot,” jelasnya.
Sementara untuk pemasaran, lanjut Imam, usahanya ini lebih kepada menggunakan sistem retail, sehingga menyasar kepada user atau konsumen langsung. Selain itu, ia juga menerapkan strategi dan mendorong karyawannya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan.
Sebab, dengan begitu promosi toko akan dilakukan dengan mengandalkan referensi antar sesama pelanggan. Menurutnya, strategi tersebut dirasa cukup baik, di mana konsumen dijadikan sebagai bagian dari marketing, dan diharapkan membawa lebih banyak pelanggan baru.
“Berbicara kelebihan, brand itu berfungsi untuk menguatkan atau menonjolkan kelebihan suatu produk. Selain itu, pelayanan juga mempengaruhi minat beli konsumen, maka kita selalu berupaya memberikan pelayanan yang baik dan cepat,” jelasnya.
Baca juga: Niat Awal Bantu Orang Tua, Kini Sukses Punya Bisnis Fesyen Hingga Penjualan ke Luar NegeriMenurut Imam, dalam menjalankan bisnis perlu ada proses dan tahapan yang harus dilewati. Sehingga tidak perlu memaksakan kehendak berlebihan ketika memang belum mampu untuk mencapainya, apalagi harus berutang.
“Pesan saya, kita tidak boleh berambisi terlalu besar, tapi semangat memang dibutuhkan. Artinya keinginan kuat ini juga perlu diimbangi dengan kekuatan iman, hal ini penting untuk menghindari pelaku bisnis yang dikhawatirkan menghalalkan segala cara karena inginnya cepat sukses, takutnya malah kepleset dan menjadi keinginan hawa nafsu semata,” ujarnya.
Ia berharap, bisnisnya ke depan akan semakin berkembang untuk bisa membagikan manfaat ke lebih banyak orang. Dalam hal ini, ia ingin agar dapat membuka cabang bisnis baru bahkan hingga di luar Jawa Timur.
“Ikuti saja proses yang Allah ridhoi, InsyaAllah pasti dibukakan jalan. Percayalah rezeki tidak akan tertukar, selama ikhtiar kita benar, InsyaAllah kita akan dibimbing di jalan yang benar, karena bisnis paling enak jika membawa keberkahan di dalamnya,” imbuhnya.
(zul)