LANGIT7.ID-Abdulmalik al-Qosim dalam kitab "
Risalat 'iilaa 'ahl earfat wamuzdalifat waminaa" mengatakan menunaikan
ibadah haji adalah salah satu
rukun Islam. Ibadah haji merupakan amal yang paling agung setelah iman dan jihad. Ia merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah yang paling utama, yang menghapus dosa-dosa sebelumnya.
Bergembiralah pada hari yang penuh perjuangan dan diampuninya kesalahan. Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada hari yang Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka daripada hari Arafah.” [Hadits riwayat Muslim]
Abdulmalik al-Qosim mengingatkan hal-hal yang tidak boleh luput dari ingatan jemaah haji antara lain:
"Engkau berada di Biladullah al-Haram (tanah suci) Makkah. Negeri yang setiap kebaikan dilipatgandakan (pahalanya), demikian pula halnya dengan keburukan, dilipatgandakan dosanya. Allah Azza wa Jalla telah menjanjikan azab yang pedih bagi mereka yang ingin membuat kerusakan di dalamnya," tutur al-Qosim.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “
Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebagian siksa yang pedih.” [al-Hajj/22:25]
Baca juga: Resmi! Arab Saudi Umumkan Tanggal Idul Adha 2025 dan Jadwal Haji Lengkap Ibnu Katsir berkata (dalam tafsirnya), “Yaitu mereka yang konsen dalam perbuatan nista dari kemaksiatan dosa besar.”
Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata, “Dari apa yang dikatakan Rasulullah ﷺ bahwa ‘Ada tiga orang yang paling dimurkai Allah’, Beliau menyebutkan salah satunya adalah mulhid (orang yang berbuat kejahatan atau kekufuran) di tanah haram (Makkah).” [Hadits riwayat al-Bukhari]
Disebutkan di dalam Fath al-Bari: “Yang tampak jelas dari teks hadits bahwa perbuatan dosa kecil di tanah haram lebih besar dosanya daripada perbuatan dosa besar di tempat yang lain.”
Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata, “Seandainya seseorang terbersit dalam hatinya ingin berbuat ilhad (kejahatan/kekufuran di tanah haram) dan dia berada di Adan Abin, Allah akan merasakan kepadanya azab yang pedih.”
Ini bagi siapa yang terbersit dalam hatinya, lalu bagaimana dengan mereka yang melakukannya.
Berusahalah senantiasa mengagungkan syiar-syiar Allah, firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala:
“
Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” [al-Hajj/22:32]
Baca juga: Ibadah Haji: Ingatlah Hari yang Agung 10 Dzulhijjah(mif)