Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Niat Awal Bantu Orang Tua, Kini Sukses Punya Bisnis Fesyen Hingga Penjualan ke Luar Negeri

mahmuda attar hussein Selasa, 31 Agustus 2021 - 20:35 WIB
Niat Awal Bantu Orang Tua, Kini Sukses Punya Bisnis Fesyen Hingga Penjualan ke Luar Negeri
Ilustrasi fesyen muslim Arifaturrahman asal Tulungagung, Jawa Timur. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Tulungagung - Menjadi pebisnis atau enterpreuneur tren di kalangan milenial beberapa tahun belakangan. Tujuannya pun beragam, mulai dari meraih kesuksesan, hingga mengurangi tingkat pengangguran.

Namun, tidak banyak orang yang memulai sebuah usaha dengan tujuan mulia, seperti meringankan beban orang tua. Seperti yang dilakukan oleh muslim asal Tulungagung, Jawa Timur, Arifaturrahman.

Bahkan saking tidak kuasa melihat orang tuanya yang mulai renta terus bekerja menyambung hidup, Arif, sapaan akrabnya, harus mundur dari pendidikannya di perguruan tinggi. Bukan pilihan yang mudah, tapi baginya itu adalah keputusan yang dianggap cukup tepat.

Muslim 29 tahun ini menceritakan, memulai berbisnis sejak berusia 21 tahun, saat dirinya baru menjalani kuliah di semester tiga. Pada saat masih mengenyam pendidikannya di perguruan tinggi itu, usaha yang dirintisnya bertujuan memiliki penghasilan sendiri demi biaya kuliah tanpa harus meminta kepada orang tua.

Tepatnya pada 2013 lalu, tren busana muslimah sedang marak di pasaran, ia mencoba untuk terjun langsung meramaikan bisnis di bidang tersebut. Berawal dari uang Rp100 ribu yang dipinjamnya dari orang tua, ia mulai membelikan kain dan membuat satu potong baju muslimah yang akhirnya di iklankan di media sosial.

“Saat itu saya langsung buat akun twitter untuk jualan, karena memang pada dasarnya saya suka ngulik twitter, mulai menaikkan followers, berjualan, hingga deskripsi penjualan produk di twitter. Produk pertama yang saya pasarkan itu, saya buka dengan sistem pre order, dan Alhamdullah di minggu pertama bisa laku 10 baju. Semakin hari pun semakin banyak yang terjual,” jelasnya dikutip dari kanal Youtube PecahTelur.

Baca juga: Tidak Pelit Ilmu, Muslim Ini Sukses Kembangkan Peternakan Burung Puyuh

Dengan nama brand Adzkia Hijab, kini Arif mampu memproduksi beragam busana muslim khusus muslimah, dan dipasarkan hingga pasar luar negeri. Perjuangannya pun tidak mudah, saat semua masih dilakukan dengan penuh keterbatasan, Arfi mengenang dulu ia memulai produksi dari Tulungagung dan melakukan proses pengiriman dari Malang.

“Jadi setiap minggu saya naik bis dari Tulungagung-Malang untuk pengiriman. Seiring waktu mulai terasa, bahwa barang yang saya bawa mulai banyak, sempat waktu itu sampai tiga karung. Akhirnya saya putuskan untuk fokus berbisnis, dan kuliah saya tinggalkan. Setelah itu saya beranikan diri untuk minta orang tua berhenti bekerja,” jelasnya.

Bakti ke Orang Tua

Kedua orang tua Arif bekerja sebagai pengasuh di salah satu panti asuhan. Di mana ibunya bekerja di bagian dapur, sementara ayahnya sebagai imam di musholla panti.

Arif tak kuasa melihat ibunya yang semakin renta harus bekerja di bagian dapur, seperti memasak dan bersih-bersih, sampai ia melihat kondisi ibunya yang untuk berjalan pun semakin sulit. Mengingat permintaan akan produknya semakin meningkat, Arif menguatkan tekadnya untuk menjadi tulang punggung keluarga dan meminta orang tuanya untuk berhenti bekerja.

“Saya putuskan minta ibu untuk tidak bekerja lagi. Padahal bisnis waktu itu belum berkembang, karena memang jatuhnya masih baru mulai. Waktu itu penghasilan saya sebulan masih sekitar Rp3 juta. Saya punya adik tiga, dan penghasilan keluarga memang bersumber dari panti tadi,” ujarnya.

Sejak itu, dengan penghasilan rata-rata Rp3 juta per bulan, Arif menggunakannya untuk keperluan keluarga, sambil terus berpikir untuk bisa mengembangkan bisnisnya lebih baik lagi. Mendapatkan ridho orang tuanya, bisnisnya pun semakin bisa berkembang hingga saat ini.

“Alhamdulillah keputusan saya ini direstui orang tua. Jadi kalau saya bilang, restu orang tua ini bukan hanya penting, tapi juga yang utama. Tapi biar pun saya sebagai pekerja utama di keluarga, ayah saya pun turut membantu, mulai packing hingga pengiriman,” ujarnya.

Perkembangan Bisnis Adzkia

Seiring waktu dengan meningatknya permintaan produk Adzkia, Arif merasa rumahnya semakin sempit karena banyaknya stok barang di rumah. Sehingga ia putuskan untuk menyewa sebuah tempat khusus untuk mnejalankan bisnisnya dan merekrut karyawan.

Baca juga: Tetap Bersyukur Setelah Kecurian, Peternakan Murai Batu di Bogor Kini Berkembang Lebih Besar

Walaupun tidak pernah membuka kerja sama ‘open reseller’ tapi dengan sendirinya dari lingkungan terdekat pun banyak yang berperan dalam mengembangkan bisnisnya. Pada 2016 lalu, peminat produk Adzkia semakin meningkat bahkan hingga luar negeri.

Ia mengisahkan, terbentuknya reseller ini karena kepuasan pelanggan terhadap produk Adzkia, sehingga mereka mencoba untuk membantu sebagai bagian dari tim pemasaran.

“Produk kami sebenarnya bukan ekspor dengan partai besar menggunakan kontainer, paling banyak mungkin hanya karungan. Pengirimannya pun menggunakan jasa yang tersedia saja, dan kebanyakan dipakai oleh orang Indonesia yang berada di Hong Kong, Taiwan, Malaysia, dan Singapura. Pelanggan ini pun saya temui di facebook, yang ternyata ketika di kirim ke sana reaksinya cukup baik, sehingga mereka mau jadi reseller,” jelasnya.

Niat Baik Lewat Produk Adzkia

Arif mengaku, pada awal merintis usahanya hanya memiliki satu penjahit yang masih merupakan kerabatnya. Seiring permintaan yang meningkat, ia pun mulai memberdayakan orang di lingkungan sekitarnya untuk membantunya memproduksi busana muslim, sebagai penjahit.

Sempat terpikir untuk membuat tempat produksi sendiri, tapi hal itu urung dilakukannya. Arif beralasan, bisnisnya bisa berkembang karena peran dan bantuan orang lain, sehingga ia pun berniat untuk bisa menjadi orang yang mampu membagikan manfaatnya kepada orang lain pula.

“Karena ketika saya buat tempat sendiri maka ada orang di lingkungan saya akan kehilangan pekerjaannya. Sampai saat ini saya punya sembilan tempat untuk produksi. Berawal dari bisnis saya yang juga mendapatkan bantuan dari orang lain, akhirnya saya putuskan untuk juga membantu orang lain dengan tidak melakukan produksi sendiri,” ujarnya.

Awal niat berbisnis, lanjut Arif, untuk meringankan beban orang tuanya yang semakin renta. Terlebih seabgai anak lelaki, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk menafkahi keluarga.

“Saya merasa, pekerjaan orang tua saya dulu yang berhubungan langsung dan mengurus anak yatim itu menjadi barokah untuk kami. Untuk pendapatan, sebenarnya tidak banyak. Apa yang saya berikan kepada orang tua itu bahkan bukan kebanggaan untuk saya, karena sudah lumrah ketika orang tua mengurus anaknya, tapi anak mengurus orang tua itu yang lain dan harus mengalir ikhlas begitu saja,” ujarnya.

Baca juga: Berawal dari Hobi, Muslim Yogyakarta Ini Punya Kolam Budi Daya Koi 1 Hektar

Menurutnya, kunci sukses berbisnis adalah belajar dan memperbanyak aksi. Itu yang harus bisa dilakukan semua orang. Termasuk keberhasilan Adzkia yang salah satu faktor sukses besarnya adalah melakukan aksi sambil belajar.

Selain itu, Arif juga selalu mendapatkan pelajaran dari mentor bisnisnya, yakni Jaya Setiabudi atau yang biasa dikenal dengan Mas J. Sosok Mas J sendiri bagi Arif merupakan motivator bisnis yang menjadi panutannya.

“Saya teringat kata Mas J, ‘Kalau kita mejadi perantara dari rezeki orang lain, InsyaAllah kita tidak akan miskin.’ Berawal dari situ yang akhirnya membuat saya memutuskan untuk memberdayakan lingkungan sekitar saja, dari mulai produksi hingga tim penjualannya. Bahkan jika ditotal tim bagian produksi ini pernah mencapai hingga 200-an orang,” ujarnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)