Begini Relasi Agama dan Bangsa dalam Mencapai Tujuan Bernegara
Muhajirin
Senin, 18 Desember 2023 - 23:55 WIB
ilustrasi
Ketua Dewan Syuro IKADI, Prof. KH. Achmad Satori Ismail, menjelaskan, dalam UUD 1945 Alinea ke-4 disebutkan tujuan bernegara yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupan bangsa; dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Dia menjelaskan, agama berperan sangat penting dalam mengatur sendi-sendi kehidupan manusia dan mengarahkannya kepada kebaikan bersama. Umat Islam bisa berperan dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berahlak mulia.
Ismail menjelaskan, ada lima hal penting agar setiap rakyat Indonesia memiliki upaya dalam bersinergi menggapai cita-cita bernegara:
1. Hanya Allah yang Paling Diagungkan
Setiap bangsa yang ingin membangun masa depan gemilang harus yakin bahwa Allah harus dijadikan dalam dirinya sebagai yang paling diagungkan. Itu karena Allah yang menyebabkan manusia menang.
“Kita harus menyandarkan diri kita kepada Allah dalam segala halnya,” ujar Ismail saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Senin (18/12).
Dia mencontohkan ketika pengikut Thalut mau berperang melawan Jalut, mereka meminta kepada Allah dilimpahkan kesabaran dan dikokohkan pendirian dan langkah. Mereka berkata :
Dia menjelaskan, agama berperan sangat penting dalam mengatur sendi-sendi kehidupan manusia dan mengarahkannya kepada kebaikan bersama. Umat Islam bisa berperan dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berahlak mulia.
Ismail menjelaskan, ada lima hal penting agar setiap rakyat Indonesia memiliki upaya dalam bersinergi menggapai cita-cita bernegara:
1. Hanya Allah yang Paling Diagungkan
Setiap bangsa yang ingin membangun masa depan gemilang harus yakin bahwa Allah harus dijadikan dalam dirinya sebagai yang paling diagungkan. Itu karena Allah yang menyebabkan manusia menang.
“Kita harus menyandarkan diri kita kepada Allah dalam segala halnya,” ujar Ismail saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Senin (18/12).
Dia mencontohkan ketika pengikut Thalut mau berperang melawan Jalut, mereka meminta kepada Allah dilimpahkan kesabaran dan dikokohkan pendirian dan langkah. Mereka berkata :