home edukasi & pesantren

Mengenal 2 Makna Cinta Perekat Hubungan Orangtua dan Anak

Selasa, 02 Januari 2024 - 08:00 WIB
ilustrasi
Fungsionaris IMWU (International Muslim Women Union) Chapter Indonesia dan Pimpinan Pusat Wanita Islam, Ustadzah Siti Fathiyah Khotib mengatakan, menjadi orangtua yang dicintai anak memiliki tantangan tersendiri.

Cinta, kata dia, memiliki dua makna. Pertama, cinta misi, adalah cinta yang membawa misi kebahagiaan di dunia dan di akhirtat. Cinta yang bertepuk sebelah tangan dimana cinta yang tidak bisa kita balas.

“Contoh dari cinta misi seperti cinta para Nabi kepada kaumnya, cinta Rasulullah SAW kepada umatnya, cinta orang tua kepada anak, dan cinta guru kepada murid,” kata Siti Fathiyah dalam webinar Edufic, Ahad malam (31/12/2023).

Para Nabi berkorban seluruh jiwa raganya untuk mendakwahkan islam, untuk menyelamatkan kaumnya dari api neraka. Demikian pula Rasulullah SAW, ketika beliau wafat bukan anak istri yang dipikirkan, melainkan umatnya.

Orang tuapun meregang nyawa demi buah hati yang mereka cinta. Mereka rela membawa buah hati mereka ke mana-mana kurang lebih sembilan bulan. Hal ini tentu tidak bisa dibalas oleh anak. Semua orang tua memiliki harapan dan keinginan bahwa anaknya bisa mendapatkan kesuksesan di dunia dan di akhirat.

“Betapa lelahnya menjadi seorang ibu di saat ia mengandung yang merasa tidak nyaman saat tidur, tidak nyaman saat makan, bahkan saat melahirkan dimana ia harus meregang nyawa demi buah hatinya, atau saat masa menyusui, Itu sangat lelah di atas lelah,” ujar Siti Fathiyah.

Maka itu, saat Rasulullah SAW ditanya kepada siapa harus berbakti, ia menjawab kepada “ibumu”. Lalu kepada siapa lagi? Ibumu, lalu kepada siapa lagi, Ibumu sampai 3 kali kemudian yang ke-empat adalah Ayahmu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
orang tua anak cinta
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya