home global news

Ketahanan Mental di Gaza Luar Biasa dan Belum Pernah Terjadi di Dunia

Senin, 01 Januari 2024 - 23:50 WIB
ilustrasi
Bagaimana dampak psikologis yang mungkin muncul pada individu yang mengalami agresi Israel di Jalur Gaza? Bagaimana perang memengaruhi tingkat depresi? Bagaimana cara mengatasi dan mengobati masalah psikologis ini?

Ketua Asosiasi Psikiatri Yordania dan pakar utama dalam kedokteran jiwa serta pengobatan kecanduan, Dr. Alaa Al-Faroukh, menjelaskan, gangguan dan konsekuensi psikologis yang terjadi akibat apa yang dialami individu selama agresi Israel - termasuk syahid dan luka-luka - umumnya mencakup dua jenis:

1. Gangguan stres akut (acute stress reaction), yang biasa disebut sebagai syok psikologis, terjadi sebagai hasil langsung pengaruh, di mana terdapat ketegangan tinggi yang menyertai kejadian seperti mendengar suara ledakan bersamaan dengan kematian kerabat. Ini umumnya terjadi dalam satu bulan setelah terpapar situasi ekstrim.

2. Sindrom pasca trauma (post-traumatic syndrome), terjadi setelah satu bulan dari kejadian. Ini adalah salah satu dampak psikologis yang dapat bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Ini merupakan salah satu masalah psikologis paling umum bagi orang-orang yang mengalami krisis dan situasi luar biasa yang mengancam hidup mereka atau kehidupan orang-orang terdekat mereka, seperti terkena serangan bom atau terjebak di bawah reruntuhan.

Baca juga:2023 Jadi Tahun Paling Mematikan di Palestina

Mental Resilience

Dr. Al-Faroukh menyatakan, tidak semua orang yang mengalami situasi sulit akan mengalami gangguan pasca trauma, dan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hal ini adalah apa yang dimiliki seseorang yang disebut sebagai ketahanan mental atau ketahanan psikologis (mental resilience).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
anak gaza psikiater kesehatan mental
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya