home global news

Berbeda Bukan Berarti Bermusuhan, Islam Buka Ruang Perbedaan Pendapat

Kamis, 04 Januari 2024 - 08:00 WIB
Wakil Kepala Bidang Penyelenggaraan Peribadatan BPMI, KH. Abu Hurairah Abd. Salam
Wakil Kepala Bidang Penyelenggaraan Peribadatan BPMI, KH. Abu Hurairah Abd. Salam, menegaskan, berbeda bukan berarti harus bermusuhan. Misalnya dalam Pemilu 2024 nanti, setiap individu tentu memiliki pilihannya masing-masing. Namun, perbedaan tersebut bukan berarti menjadi wadah permusuhan.

Dalam Islam, perbedaan hal yang lumrah. Abu Hurairah menjelaskan, perbedaan sudah ada sejak zaman para sahabat Rasulullah SAW. Misalnya perbedaan pendapat antara Bilal bin Rabah dan Sayyidatuna Aisyah Ummul Mu’minin dalam memahami agama, cenderung dengan pemahaman yang kontekstual.

Sementara sahabat seperti Abdullah bin Umar, Anas bin Malik jika memahami apa yang bersumber dari Rasulullahitu cenderung tekstual.

“Dalam Islam, ternyata perbedaan pendapat adalah keniscayaan atau sunnatullah dari dulu sampai sekarang ada ragam pendapat dalam Islam sehingga perlu kedewasaan berfikir dan bijak dalam melihat varian pendapat ulama,” kata Abu Hurairah saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Rabu (3/1/2024).

Baca juga:BSI Gandeng TNI AD Perluas Inklusi dan Literasi Perbankan Syariah Dalam Negeri

Namun, sebagian masyarakat belum siap menerima perbedaan pendapat tersebut. Mereka menganggap apa yang dipikirkan dan dipelajarinya adalah kebenaran final, sehingga tidak ada lagi ruang dialog dan diskusi. Akibatnya orang yang berbeda pendapat dianggap sebagai lawan dan musuh.

“Pertanyaannya, Apakah berbeda pendapat itu dibenarkan dalam Islam? Apabila kita mengkaji lebih dalam ajaran Islam, maka kita akan dapati masalah yang fundamental, dimana pada wilayah itu, kita tidak diperbolehkan untuk berbeda,” ujar Abu Hurairah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
perbedaan ini pendapat agama islam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya