home lifestyle muslim

Keseringan Kerja Shift Malam Picu Jantung Koroner?

Kamis, 04 Januari 2024 - 10:00 WIB
ilustrasi
Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebut kematian setiap tahun akibat penyakit jantung mencapai 17,8 juta orang. Setiap 40 detik 1 dari 6 kematian di dunia akibat serangan jantung. Di Indonesia, angka kematian mencapai hingga 650.000 orang per tahun.

Jumlah penduduk Indonesia mengalami penyakit jantung mencapai 2.784.064 orang. Dari 1.000 orang penduduk di Indonesia 15 orang di antaranya mengalami penyakit jantung. Dan paling sering ditemukan pada usia produktif yaitu usia 30-50 tahun.

Menurut Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Firman, penyakit jantung koroner merupakan kondisi penyempitan pada pembuluh darah koroner yang disebabkan oleh sumbatan aterosklerosis atau plak ateroma.

Awalnya plak ukuran kecil menempel pada dinding pembuluh arteri koroner, namun lama-lama plak makin banyak sehingga penyempitan makin besar. Akibatnya darah terhambat tidak bisa mengalir pada bagian otot jantung tertentu, disitulah timbul rasa nyeri pada bagian dada seperti tertimpa beban berat dan menjalar ke punggung atau lengan.

“Gejala ini biasanya bisa berkurang dengan istirahat, namun jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit makin parah dan gejalanya pun makin berat dan tidak berkurang walaupun istirahat,” ujar Firman.

Baca juga:Unesco Tetapkan Jamu Warisan Budaya Indonesia, Guru Besar Unair: Jangan Ragu Meminumnya

Dia menyebut, penyebab paling sering karena gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan, kurang beraktivitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol dan stres. Namun banyak orang yang masih belum menyadari bahwa pola tidur yang rendah juga bisa berisiko 3 kali lebih besar mengalami penyakit jantung koroner, daripada orang dengan pola tidur yang bagus.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
jantung koroner bekerja kesehatan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya