home lifestyle muslim

Pakar Pulmonologi Sebut Risiko Kecanduan Vape Lebih Tinggi dari Rokok Konvensional

Jum'at, 05 Januari 2024 - 17:00 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan sikap tegas dengan melarang penggunaan rokok perasa atau vape.Foto/ilustrasi
Baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan sikap tegas dengan melarang penggunaan rokok perasa atau vape. Larangan tersebut menyusul serangkaian penelitian yang membuktikan adanya dampak kesehatan dari vape.

Pakar Pulomonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga, dr Arief Bakhtiar SpP(K) FAPSR, menyetujui langkah tegas yang diambil oleh WHO.

Menurut dr Arief, pemakaian vape memiliki risiko kecanduan yang lebih tinggi dibanding rokok konvensional. Pasalnya, kata dr Arief, vape menggunakan perasa yang menimbulkan rasa nikmat dan kecanduan bagi sang pengguna.

Kondisi ini, sambungnya, menimbulkan bahaya jika pengguna vape ketergantungan menggunakannya. Fakta tersebut tentu berbanding terbalik dengan awal mula vape diciptakan.

“Untuk dapat dikatakan orang tersebut kecanduan tidak ada kadar atau tingkatan tertentu. Jika sekali seseorang merasakan nikotin berapa persen pun akan memiliki kecenderungan kecanduan,” paparnya.

Baca juga:Putri Ariani dan Alan Walker Rilis Single 'Who I Am', Ini Arti Liriknya

Sementara golongan yang rentan kecanduan vape, dr Arief menyebut kalangan anak anak muda cenderung memiliki risiko tersebut.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya