Saudi Bakal Operasikan Taksi Udara untuk Jamaah Haji dan Umrah
Esti setiyowati
Sabtu, 13 Januari 2024 - 22:00 WIB
Maskapai nasional Arab Saudi berencana mengoperasikan layanan udara untuk mengangkut jamaah antara kota Jeddah di Laut Merah dan Masjidil Haram.
Maskapai nasional Arab Saudi berencana mengoperasikan layanan udara untuk mengangkut jamaah antara kota Jeddah di Laut Merah dan Masjidil Haram.
Menurut direktur komunikasi korporat grup Saudia, Abdullah Al Shahrani, Saudi telah menandatangani kesepakatan untuk 100 pesawat jet listrik (eVTOL) dari pabrikan Jerman Lilium.
Penyediaan pesawat jet listrik untuk antar-jemput antara bandara King Abdulaziz di Jeddah dan landasan udara di hotel-hotel Mekah dekat Masjidil Haram dan tempat-tempat suci lainnya, kata Al Shahrani seperti dikutip dari Gulf News, Sabtu (13/1/2024).
Al Shahrani menambahkan, pesawat eVTOl yang sedianya untuk taksi udara dapat mengangkut hingga enam penumpang.
"Maskapai penerbangan Saudi bekerja sama dengan lembaga-lembaga hukum di negara tersebut untuk mendapatkan izin terbang untuk jenis pesawat listrik ini," kata Al Shahrani.
Harapannya, lanjut Al Shahrani, taksi udara akan menjadi perubahan “kualitatif” dalam transportasi selama haji dan musim umrah.
“Pesawat ini akan digunakan untuk pertama kalinya di Kerajaan,” tambahnya tanpa mengungkapkan tanggal peluncuran layanan tersebut.
Menurut direktur komunikasi korporat grup Saudia, Abdullah Al Shahrani, Saudi telah menandatangani kesepakatan untuk 100 pesawat jet listrik (eVTOL) dari pabrikan Jerman Lilium.
Penyediaan pesawat jet listrik untuk antar-jemput antara bandara King Abdulaziz di Jeddah dan landasan udara di hotel-hotel Mekah dekat Masjidil Haram dan tempat-tempat suci lainnya, kata Al Shahrani seperti dikutip dari Gulf News, Sabtu (13/1/2024).
Al Shahrani menambahkan, pesawat eVTOl yang sedianya untuk taksi udara dapat mengangkut hingga enam penumpang.
"Maskapai penerbangan Saudi bekerja sama dengan lembaga-lembaga hukum di negara tersebut untuk mendapatkan izin terbang untuk jenis pesawat listrik ini," kata Al Shahrani.
Harapannya, lanjut Al Shahrani, taksi udara akan menjadi perubahan “kualitatif” dalam transportasi selama haji dan musim umrah.
“Pesawat ini akan digunakan untuk pertama kalinya di Kerajaan,” tambahnya tanpa mengungkapkan tanggal peluncuran layanan tersebut.