Demonstrasi Tolak Penistaan Al-Qur'an di Belanda Berujung Bentrok Polisi dengan Massa
Esti setiyowati
Jum'at, 19 Januari 2024 - 21:17 WIB
ilustrasi
Bentrokan terjadi antara polisi dan kelompok yang menentang pembakaran Al-Quran di Belanda. Kelompok massa berdemonstrasi menentang pembakaran Al-Quran yang dilakukan pemimpin gerakan Patriotik Eropa Melawan Islamisasi Barat (PEGIDA), Edwin Wagensveld, dan telah mendapat izin dari pemerintah kota di Arnhem.
Menyadur Anadolu Agency, kelompok tersebut berusaha melakukan intervensi, sehingga demonstrasi terhenti. Tiga orang ditangkap karena ketidakpatuhan dan tiga petugas menderita luka ringan.
Sementara, pimpinan PEGIDA tersebut ditempatkan di bawah perlindungan polisi.
Walikota Arnhem asal Maroko, Ahmed Marcouch, mengatakan pembakaran kitab suci tidak dilarang di Belanda.
Marcouch mencatat bahwa meskipun tindakan seperti itu dapat dimengerti karena berdampak pada orang lain, penggunaan kekerasan tidak dapat diterima.
Baca juga:Manuskrip Al-Qur'an Kuno, Ditulis 50 Tahun Setelah Wafat Nabi SAW Bakal Dijual Rp16,9 Miliar
Di Belanda, walikota berwenang untuk melarang demonstrasi jika mereka mengantisipasi gangguan ketertiban umum.
Menyadur Anadolu Agency, kelompok tersebut berusaha melakukan intervensi, sehingga demonstrasi terhenti. Tiga orang ditangkap karena ketidakpatuhan dan tiga petugas menderita luka ringan.
Sementara, pimpinan PEGIDA tersebut ditempatkan di bawah perlindungan polisi.
Walikota Arnhem asal Maroko, Ahmed Marcouch, mengatakan pembakaran kitab suci tidak dilarang di Belanda.
Marcouch mencatat bahwa meskipun tindakan seperti itu dapat dimengerti karena berdampak pada orang lain, penggunaan kekerasan tidak dapat diterima.
Baca juga:Manuskrip Al-Qur'an Kuno, Ditulis 50 Tahun Setelah Wafat Nabi SAW Bakal Dijual Rp16,9 Miliar
Di Belanda, walikota berwenang untuk melarang demonstrasi jika mereka mengantisipasi gangguan ketertiban umum.