Ulama berbeda pendapat soal hukum demonstrasi. Ada yang menilainya jihad damai, ada pula yang menyebutnya sumber fitnah. Bagaimana fiqh memandang aksi protes di jalanan?
Demo 25 Agustus, Senin lalu di depan Gedung DPR RI, Jakarta menyita perhatian publik internasional dan salah satunya, Malaysia. Bahkan mahasiswa di sana menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia.
Aksi unjuk rasa para buruh yang digelar besok, 28 Agustus 2025 memiliki enam tuntutan utama. Diantaranya, menolak upah murah, penghentian gelombang PHK, serta mereformasi kewajiban pajak para buruh.
Aksi demonstrasi buruh pada Kamis, 28 Agustus 2025, dipastikan akan dilakukan oleh puluhan ribu buruh dari berbagai penjuru. Mereka akan turun ke jalan untuk menggelar demo serentak yang dipusatkan di depan Gedung DPR RI dan Istana Kepresidenan.
Cerita di balik demo 25 Agustus masih terus bergulir bahkan menjadi viral di media sosial. Salah satunya, video yang menampilkan saat aparat kepolisian berusaha menangkap pendemo yang masuk ke sebuah restoran tapi malah diserang balik karyawan dan pengunjung di sana.
Aksi demonstrasi yang bakal berlangsung siang ini oleh masyarakat sipil bertajuk Revolusi Rakyat Indonesia mulai menunjukkan pergerakan. Meski sempat ramai isu demo tersebut hoaks, namun perlahan depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat mulai didatangi massa.
Amruh, salah satu peserta demonstrasi menyebutkan, salah satu yang membuat mereka turun ke jalan adalah karena pemerintah Presiden Prabowo disebut telah salah membuat kebijakan terkait efisiensi anggaran.
Salah satu tuntutan yang disampaikan oleh demonstran, yang terdiri dari koalisi masyarakat sipil beserta Aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI) ini adalah menolak adanya pemotongan anggaran pendidikan. Mahasiswa malah menginginkan pendidikan gratis.
Komisi X DPR RI merespons demonstrasi yang dilakukan Aliansi Dosen Kemdiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) untuk menuntut pencairan tunjangan kinerja
Pengungkapan pabrik uang palsu di perpustakaan UIN Alauddin memicu kemarahan mahasiswa yang berujung pada demonstrasi besar-besaran. Mahasiswa menuntut transparansi penanganan kasus dan pencopotan rektor. Tuntutan ini juga diperkuat dengan isu pencabutan SK skorsing 31 mahasiswa. Sementara pihak kampus berjanji memberikan sanksi tegas kepada oknum yang terlibat.
Besok, Kamis (29/8/2024) ribuan driver ojek online (ojol) se-Jabodetabek bakal mogok operasi. Kabar ini beredar luas di media sosial. Para driver ojol menuntut penyesuaian tarif yang dinilai tidak adil
Seruan kawal putusan Mahkamah Konstitusi tengah ramai disuarakan. Ajakan ini muncul usai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan revisi Undang-Undang