Cerita Panjang Alumnus FK Unair hingga Lolos Harvard University
Tim langit 7
Senin, 22 Januari 2024 - 20:00 WIB
Alumnus Fakultas Kedokteran Unair dr Maria Cellina Wijaya diterima belajar di Harvard University.Foto/ist
Alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) dr Maria Cellina Wijaya patut berbangga. Dia diterima belajar di Harvard University, Amerika Serikat.
Maria berkenan membagikan cerita menarik seputar dunia kedokteran. Cerita itu diulik dalam live Instagram @univ_airlangga, Jum’at (19/1/2024).
“Konotasi anak FK itu kan yang belajar terus, ya emang bener sih. Karena, kalo nggak ya, ga bisa survive gitu. Tapi, teman-temanku juga mengalami hal yang sama. Jadi, aku dan teman-temanku jadi punya ikatan yang kuat,” ungkap Maria yang merupakan mahasiswa S2 kesehatan publik itu.
Dia mengaku beruntung karena masuk kedokteran tanpa tes, atau hanya dengan nilai rapor. Kesempatan belajar di Unair tidak ia sia-siakan. Berangkat dari Kabupaten Jember, dr Cellina sempat kaget dengan lingkungan kampus yang kompetitif, terutama di kedokteran.
Baca juga:Inovasi Mahasiswa ITS: Hasilkan Energi Bersih dari Limbah Kaleng Aluminium
Walaupun mahasiswa kedokteran sering dikaitkan dengan belajar terus-terusan, ia tak hanya fokus pada perkuliahan. CIMSA (center for Indonesian medical student activities) membawanya mendapat kesempatan untuk terbang ke berbagai negara, salah satunya Taiwan dalam rangka workshop.
“Aku sebenarnya suka banget olahraga. Jadi, dulu bikin komunitas running gitu namanya FKRUNNER,” imbuhnya.
Maria berkenan membagikan cerita menarik seputar dunia kedokteran. Cerita itu diulik dalam live Instagram @univ_airlangga, Jum’at (19/1/2024).
“Konotasi anak FK itu kan yang belajar terus, ya emang bener sih. Karena, kalo nggak ya, ga bisa survive gitu. Tapi, teman-temanku juga mengalami hal yang sama. Jadi, aku dan teman-temanku jadi punya ikatan yang kuat,” ungkap Maria yang merupakan mahasiswa S2 kesehatan publik itu.
Dia mengaku beruntung karena masuk kedokteran tanpa tes, atau hanya dengan nilai rapor. Kesempatan belajar di Unair tidak ia sia-siakan. Berangkat dari Kabupaten Jember, dr Cellina sempat kaget dengan lingkungan kampus yang kompetitif, terutama di kedokteran.
Baca juga:Inovasi Mahasiswa ITS: Hasilkan Energi Bersih dari Limbah Kaleng Aluminium
Walaupun mahasiswa kedokteran sering dikaitkan dengan belajar terus-terusan, ia tak hanya fokus pada perkuliahan. CIMSA (center for Indonesian medical student activities) membawanya mendapat kesempatan untuk terbang ke berbagai negara, salah satunya Taiwan dalam rangka workshop.
“Aku sebenarnya suka banget olahraga. Jadi, dulu bikin komunitas running gitu namanya FKRUNNER,” imbuhnya.