UIN Malang Punya Gedung Baru dengan Kapasitas 5.500 Mahasiswa
Tim langit 7
Sabtu, 27 Januari 2024 - 08:00 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meresmikan gedung Mahad dan Islamic Tutorial Center (ITC) di Kampus III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meresmikan gedung Ma'had dan Islamic Tutorial Center (ITC) di Kampus III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Gedung Ma'had atau Asrama ini didesain mampu menampung 5 000 mahasiswa baru.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Menag. "Pagi ini kita akan sama-sama meresmikan gedung Ma'had dan ITC UIN Malang. Semoga kita semua diberikan nikmat sehat dan kelancaran," ungkap Menag di Malang, Jumat (26/1/2024).
Ma'had yang dibangun UIN Malang ini merupakan satu-satunya asrama yang mampu menampung seluruh mahasiswa tingkat pertama. Menag mengingatkan, dengan pembangunan gedung megah ini, ada beban berat yang diemban,
"Dengan beban berat ini, tentu tantangannya tidak mudah. Nah hal itulah yang perlu bersama kita cari solusinya. Terutama terkait keberlanjutan pemanfaatan gedung tersebut," ungkap Menag.
Baca juga:Kisah Inspiratif Ngainul, Anak Guru Ngaji Raih Gelar Doktor dengan IPK 4,00 dan Lulus Tercepat
Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan aset yang dimiliki Perguruan Tinggi. Menurutnya, banyak aset yang bisa dimanfaatkan dengan baik dalam upaya menyokong keberlanjutan operasional kampus.
Karena membangun dinilai lebih lebih mudah, dibanding mempertahankan kelayakan fungsi dari gedung tersebut. "Jadi harus ada kreatifitas dalam mengelola keuangan kampus. Agar berkelanjutan dalam pengelolaan operasional gedungnya," ucap Menag.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Menag. "Pagi ini kita akan sama-sama meresmikan gedung Ma'had dan ITC UIN Malang. Semoga kita semua diberikan nikmat sehat dan kelancaran," ungkap Menag di Malang, Jumat (26/1/2024).
Ma'had yang dibangun UIN Malang ini merupakan satu-satunya asrama yang mampu menampung seluruh mahasiswa tingkat pertama. Menag mengingatkan, dengan pembangunan gedung megah ini, ada beban berat yang diemban,
"Dengan beban berat ini, tentu tantangannya tidak mudah. Nah hal itulah yang perlu bersama kita cari solusinya. Terutama terkait keberlanjutan pemanfaatan gedung tersebut," ungkap Menag.
Baca juga:Kisah Inspiratif Ngainul, Anak Guru Ngaji Raih Gelar Doktor dengan IPK 4,00 dan Lulus Tercepat
Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan aset yang dimiliki Perguruan Tinggi. Menurutnya, banyak aset yang bisa dimanfaatkan dengan baik dalam upaya menyokong keberlanjutan operasional kampus.
Karena membangun dinilai lebih lebih mudah, dibanding mempertahankan kelayakan fungsi dari gedung tersebut. "Jadi harus ada kreatifitas dalam mengelola keuangan kampus. Agar berkelanjutan dalam pengelolaan operasional gedungnya," ucap Menag.