home masjid

Kekuatan Penyembuhan dari Tasbih

Senin, 29 Januari 2024 - 08:00 WIB
ilustrasi
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah SAW menegaskan, zikir kepada Allah SWT merupakan obat bagi manusia dan memiliki keutamaan yang lebih bernilai dari emas dan perak.

Untuk mencapai tujuan ini, banyak umat Islam membawa sibhah atau tasbih. Secara tradisional, tasbih digunakan untuk melacak berapa kali seseorang telah mengucapkan Subhanallah, Alhamdulliah dan Allahu Akbar. Cara yang paling populer adalah dengan menggunakannya setelah salat wajib untuk melafalkan dzikir.

Diriwayatkan dari Abu Ma'bad: Ibnu Abbas berkata kepadaku, "Pada masa hidup Nabi, merupakan kebiasaan untuk merayakan pujian kepada Allah dengan suara keras setelah salat wajib." Ibnu Abbas lebih lanjut berkata, "Ketika saya mendengar zikir, saya akan mengetahui bahwa salat berjamaah wajib telah selesai" (HR Bukhari).

Namun, meskipun dzikir kepada Allah telah diucapkan sejak zaman Nabi, sibhah seperti yang kita kenal sekarang belum tercatat ada pada saat itu. Beberapa catatan sejarah menunjukkan , umat Islam mengadopsi sibhah dari India pada abad ke-2 Hijriah.

Baca juga:Cerita di Balik Proses Penerjemahan Al-Quran Bahasa Daerah

Mengutip About Islam, sebelum adanya tasbih atau sibhah, umat Islam kerap menggunakan batu-batu sebagai alat bantu dzikir. Agama-agama lain menggunakan tali yang diikat atau selendang anyaman untuk melacak bacaan.

Akan tetapi, teknologi modern telah menambahkan dimensi baru pada tasbih ketika sibhah elektronik ditemukan. Banyak orang bahkan memilih untuk tidak menggunakan sibhah sama sekali. Padahal, menggunakan sibhah tidak hanya membantu dalam melacak zikir, tetapi juga dapat menyembuhkan, tergantung dari kayu atau batu yang digunakan untuk membuat tasbih.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
penyembuhan tasbih
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya