Lima Karakter Pemimpin Islam
Tim langit 7
Kamis, 08 Februari 2024 - 04:00 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Shamsi Ali Al-Kajangi
Pada galibnya ketika kita membahas kepemimpinan dalam Islam kita mengutip Surah As-Sajadah atau empat karakter kepemimpinan yang masyhur itu (Amanah, Fathonah, Shiddiq dan Tablig). Kedua landasan itu sangat penting dan mendasar.
Ternyata di Surah Al-Ambiya ayat 73 Allah juga menyampaikan beberapa karakter pemimpi Islam yang lebih rinci dan lengkap. Allah berfirman:
وَجَعَلْنٰهُمْ اَئِمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَ مْرِنَا وَاَ وْحَيْنَاۤ اِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرٰتِ وَاِ قَا مَ الصَّلٰوةِ وَاِ يْتَآءَ الزَّكٰوةِ ۚ وَكَا نُوْا لَـنَا عٰبِدِيْنَ
"Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah."
Pada ayat ini Allah dengan tegas menggariskan bahwa untuk menjadi pemimpin dalam Islam ada lima hal mendasar yang harus diperhatikan dan dipastikan untuk diikuti secara sungguh-sungguh.
Baik di surah as-Sajadah maupun di surah Al-Ambiya ini keduanya mengingatkan “Kami (Allah) jadikan mereka pemimpin”. Artinya hal pertama yang harus diingat oleh para pemimpin adalah bahwa kepemimpinan yang saat ini ada di tangannya adalah titipan/amanah Allah SWT. Dialah yang menentukan siapa yang diberi kekuasan itu. Tanggung jawab (calon) pemimpin adalah melalui proses-prosesnya dengan baik dan benar. Sebab dia sedang berada di hadapan (ujian) Allah SWT.
Pada galibnya ketika kita membahas kepemimpinan dalam Islam kita mengutip Surah As-Sajadah atau empat karakter kepemimpinan yang masyhur itu (Amanah, Fathonah, Shiddiq dan Tablig). Kedua landasan itu sangat penting dan mendasar.
Ternyata di Surah Al-Ambiya ayat 73 Allah juga menyampaikan beberapa karakter pemimpi Islam yang lebih rinci dan lengkap. Allah berfirman:
وَجَعَلْنٰهُمْ اَئِمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَ مْرِنَا وَاَ وْحَيْنَاۤ اِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرٰتِ وَاِ قَا مَ الصَّلٰوةِ وَاِ يْتَآءَ الزَّكٰوةِ ۚ وَكَا نُوْا لَـنَا عٰبِدِيْنَ
"Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah."
Pada ayat ini Allah dengan tegas menggariskan bahwa untuk menjadi pemimpin dalam Islam ada lima hal mendasar yang harus diperhatikan dan dipastikan untuk diikuti secara sungguh-sungguh.
Baik di surah as-Sajadah maupun di surah Al-Ambiya ini keduanya mengingatkan “Kami (Allah) jadikan mereka pemimpin”. Artinya hal pertama yang harus diingat oleh para pemimpin adalah bahwa kepemimpinan yang saat ini ada di tangannya adalah titipan/amanah Allah SWT. Dialah yang menentukan siapa yang diberi kekuasan itu. Tanggung jawab (calon) pemimpin adalah melalui proses-prosesnya dengan baik dan benar. Sebab dia sedang berada di hadapan (ujian) Allah SWT.