Kiai Cholil: Pilihlah Pemimpin Berdasarkan Nurani
Tim langit 7
Ahad, 11 Februari 2024 - 15:00 WIB
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis
Peristiwa Isra Miraj yang sangat fenomenal dalam sejarah Islam, menjadi titik penting dalam pemahaman dan pengamalan keagamaan umat Muslim global, termasuk di Indonesia.
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menegaskan peristiwa Isra Miraj bukan hanya bersejarah melainkan juga menyiratkan segudang pesan moral.
"Perjalanan spiritual Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa mengandung pesan moral yang mengingatkan akan pentingnya membangun peradaban berakar pada nilai-nilai spiritual dan keagamaan," kata Kiai Cholil, dikutip dari wawancara televisi nasional, Jumat (9/2/2024).
Dia menjelaskan, salah satu hikmah dan pesan moral yang dapat diambil dalam konteks keindonesiaan saat ini, adalah tentang amanah dan tanggung jawab.
Dalam konteks kepemimpinan nasional, Kiai Cholil menekankan pentingnya mengambil teladan dari pemimpin terdahulu, termasuk Nabi Muhammad SAW.
Baca juga:NU-Muhammadiyah Harap Pilpres Kondusif, Menang Jangan Jumawa yang Kalah Legowo
Dia pun, mengingatkan landasan seharusnya memilih calon pemimpin. Sebab, bagaimanapun Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim.
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menegaskan peristiwa Isra Miraj bukan hanya bersejarah melainkan juga menyiratkan segudang pesan moral.
"Perjalanan spiritual Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa mengandung pesan moral yang mengingatkan akan pentingnya membangun peradaban berakar pada nilai-nilai spiritual dan keagamaan," kata Kiai Cholil, dikutip dari wawancara televisi nasional, Jumat (9/2/2024).
Dia menjelaskan, salah satu hikmah dan pesan moral yang dapat diambil dalam konteks keindonesiaan saat ini, adalah tentang amanah dan tanggung jawab.
Dalam konteks kepemimpinan nasional, Kiai Cholil menekankan pentingnya mengambil teladan dari pemimpin terdahulu, termasuk Nabi Muhammad SAW.
Baca juga:NU-Muhammadiyah Harap Pilpres Kondusif, Menang Jangan Jumawa yang Kalah Legowo
Dia pun, mengingatkan landasan seharusnya memilih calon pemimpin. Sebab, bagaimanapun Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim.