Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 21 Juli 2024
home global news detail berita

Kiai Cholil: Pilihlah Pemimpin Berdasarkan Nurani

tim langit 7 Ahad, 11 Februari 2024 - 15:00 WIB
Kiai Cholil: Pilihlah Pemimpin Berdasarkan Nurani
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Peristiwa Isra Miraj yang sangat fenomenal dalam sejarah Islam, menjadi titik penting dalam pemahaman dan pengamalan keagamaan umat Muslim global, termasuk di Indonesia.

Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menegaskan peristiwa Isra Miraj bukan hanya bersejarah melainkan juga menyiratkan segudang pesan moral.

"Perjalanan spiritual Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa mengandung pesan moral yang mengingatkan akan pentingnya membangun peradaban berakar pada nilai-nilai spiritual dan keagamaan," kata Kiai Cholil, dikutip dari wawancara televisi nasional, Jumat (9/2/2024).

Dia menjelaskan, salah satu hikmah dan pesan moral yang dapat diambil dalam konteks keindonesiaan saat ini, adalah tentang amanah dan tanggung jawab.

Dalam konteks kepemimpinan nasional, Kiai Cholil menekankan pentingnya mengambil teladan dari pemimpin terdahulu, termasuk Nabi Muhammad SAW.

Baca juga:NU-Muhammadiyah Harap Pilpres Kondusif, Menang Jangan Jumawa yang Kalah Legowo

Dia pun, mengingatkan landasan seharusnya memilih calon pemimpin. Sebab, bagaimanapun Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim.

“Jangan sampai memilih lepas dari pantauan keagamaan baik memilih presiden, calon legislatif, maupun pemimpin daerah," kata Kiai Cholil menambahkan.

Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menegaskan Pemilihan pemimpin haruslah berdasarkan keputusan hati nurani, bukan dipengaruhi money politik atau faktor primordial.

Terkait hukum politik uang, Kiai Cholil pun membeberkan penjelasannya. "Money politic dalam ijtihad ulama Indonesia adalah haram," ujar penyabet gelar PhD dari Universitas of Malaya, Malaysia ini.

Menurutnya, dalam hadits, memilih pemimpin harus dilakukan dengan penuh pertimbangan dan kesadaran, bukan sekadar ikut-ikutan atau tergiur iming-iming materi.

Dia menjelaskan, memilih orang yang tidak layak padahal ada orang yang lebih layak, lebih tahu tentang kitab Allah SWT dan sunnah Rasul-Nya, lebih memungkinkan untuk adil, tetapi memilih orang yang menurut pandangan kita sebetulnya tidak lebih tepat tapi karena primordial atau sebab dibayar, Maka dia telah berkhianat kepada Allah, Rasul-Nya, dan kepada orang-orang Muslim.

“Dalam pandangan agama, memilih orang yang tidak layak dan meninggalkan orang yang lebih layak untuk dipilih adalah bentuk pengkhianatan," kata dia menegaskan makna hadits itu.

Kiai Cholil juga mengingatkan dalam konteks pemilihan pemimpin, keputusan kita tidak hanya memengaruhi nasib bangsa dan negara. "Hidup tanpa pemimpin itu akan lebih sulit dan bahaya dari pada pemimpin yang zalim," kata Kiai Cholil.

Sementara itu, Kiai Cholil menyoroti pula sikap golongan putih (golput) yang memutuskan tidak memilih siapa pun dalam Pemilu, sebab Golput juga akan diminta pertanggungjawaban.

"Memutuskan tidak memilih akan tetap diminta pertanggungjawaban, kita lari dari kenyataan tanpa ikut menyelesaikan persoalan," ujar Kiai Cholil.

Yang seharusnya dilakukan, ujar Kiai Cholil, adalah mencegah jangan sampai ada kecurangan, diintimidasi, dan terus suarakan secara dalil argumentasi keagamaan.

"Kita suarakan secara keagamaan pastikan yang dipilih berdasarkan getaran hati," kata dia.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 21 Juli 2024
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan