home global news

Sertifikat Vaksinasi Jokowi Bocor, Kominfo: Informasi Data Tidak Berasal dari Sistem PeduliLindungi

Jum'at, 03 September 2021 - 20:20 WIB
Ilustrasi sertifikat vaksin. Foto: Langit7/Istock
Sertifikat vaksinasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar dan viral di Twitter pada hari ini, Jumat 3 September 2021. Beredarnya sertifikat vaksin Jokowi tersebut diduga bocor dari data aplikasi PeduliLindungi.

Tampak pada sertifikat vaksinasi tersebut menyatakan Jokowi telah divaksin dosis kedua pada 27 Januari 2021.

Menanggapi hal itu, Kemkominfomenyebutkan, Informasi terkait NIK dan tanggal vaksinasi Covid-19 Bapak Presiden Joko Widodo yang digunakan untuk mengakses Sertifikat Vaksinasi Covid-19 tidak berasal dari Sistem PeduliLindungi.

Baca juga:Siap-Siap, Siaran TV Analog Hilang 14 Bulan ke Depan

Dalam keterangan resminya, Dedy Permadi Juru Bicara Kementerian Kominfo/Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Digital dan SDM menjelaskan, pemeriksaan sertifikat vaksinasi Covid-19 di sistem PeduliLindungi kini hanya menggunakan 5 parameter (nama, Nomor Identitas Kependudukan (NIK), tanggal lahir, tanggal vaksin, dan jenis vaksin), dari yang sebelumnya mensyaratkan pengguna menyertakan nomor handphone.

Hal tersebut untuk memudahkan masyarakat mengakses sertifikat vaksinasi Covid-19 setelah menimbang banyak masukan dari masyarakat.

"Informasi NIK dan tanggal vaksinasi Covid-19 Presiden Jokowi untuk mengakses sertifikat tersebut tidak berasal dari sistem PeduliLindungi. Sebab, informasi NIK Presiden Jokowi telah lebih dulu diketahui pada situs Komisi Pemilihan Umum. Sementara, informasi tanggal vaksinasinya dapat ditemukan dalam pemberitaan media massa," jelasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
nullllll kominfo vaksinasi sistem pedulilindungi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya