Cegah Kekerasan Santri, Pesantren Sebaiknya Basmi Budaya Hukuman
Tim langit 7
Selasa, 05 Maret 2024 - 07:00 WIB
ilustrasi
Kasus penganiayaan yang berujung meninggalnya Bintang Balqis Maulana (14), santri di Pondok Pesantren Al-Hanifiyyah, di Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur memantik perhatian dari Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia atau Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Timur.
Pengurus RMINU Jawa Timur, Dhomirotul Firdaus atau Ning Firda mengatakan dalam menerapkan takzir (hukuman) terhadap santri diharapkan pihak pesantren menerapkan nilai-nilai ta'dib (mendidik), bukan takzir yang melukai fisik atau psikis santri.
"Kita tahu sendiri masih banyak pesantren yang melakukan praktik-praktik takzir dengan cara memukul, menjewer, menendang dan mengintimidasi para santri yang melanggar aturan," ujar Ning Firda kepada NU Online, Senin (4/3/2024).
Ning Firda mengungkapkan pengurus secara bergilir telah melakukan pendampingan dan pelatihan untuk mencegah perundungan atau bullying di sejumlah pesantren.
Baca juga:Stop Kekerasan Santri, RMI-PWNU Jatim Lakukan Pendampingan Kasus Kediri
"Kami juga mengadakan pendampingan dan pelatihan untuk pencegahan bullying di lingkungan pesantren bekerja sama dengan Nawaning Nusantara, Fatayat NU setempat dan instansi lainnya," tutur Ning Firda.
Satgas Pesantren Ramah Santri Ketua RMINU Jawa Timur, KH Iffatul Lathoif, menegaskan atas kasus kekerasan yang menimpa santri di salah satu pesantren di Kediri akan mengoptimalkan Satuan Tugas (Satgas) pesantren ramah santri.
Pengurus RMINU Jawa Timur, Dhomirotul Firdaus atau Ning Firda mengatakan dalam menerapkan takzir (hukuman) terhadap santri diharapkan pihak pesantren menerapkan nilai-nilai ta'dib (mendidik), bukan takzir yang melukai fisik atau psikis santri.
"Kita tahu sendiri masih banyak pesantren yang melakukan praktik-praktik takzir dengan cara memukul, menjewer, menendang dan mengintimidasi para santri yang melanggar aturan," ujar Ning Firda kepada NU Online, Senin (4/3/2024).
Ning Firda mengungkapkan pengurus secara bergilir telah melakukan pendampingan dan pelatihan untuk mencegah perundungan atau bullying di sejumlah pesantren.
Baca juga:Stop Kekerasan Santri, RMI-PWNU Jatim Lakukan Pendampingan Kasus Kediri
"Kami juga mengadakan pendampingan dan pelatihan untuk pencegahan bullying di lingkungan pesantren bekerja sama dengan Nawaning Nusantara, Fatayat NU setempat dan instansi lainnya," tutur Ning Firda.
Satgas Pesantren Ramah Santri Ketua RMINU Jawa Timur, KH Iffatul Lathoif, menegaskan atas kasus kekerasan yang menimpa santri di salah satu pesantren di Kediri akan mengoptimalkan Satuan Tugas (Satgas) pesantren ramah santri.