Menparekraf Berencana Bangun Kereta Gantung di Setu Babakan
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 03 September 2021 - 22:29 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Setu Babakan, Jakarta Selatan. (Foto: Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mewacanakan ide untuk membangun kereta gantung di Kawasan Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Hal tersebut diungkapkannya saat memberikan penghargaan Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2021 di PBB Setu Babakan, Jumat (2/9). Ide membangun kereta gantung ini bisa menjadi daya tarik wisata yang ada di Setu Babakan.
"Kita bisa lihat di seputar daerah Setu Babakan ini ekonominya hidup dan ada beberapa ide menarik yang bisa kita kolaborasikan. Misalnya membangun cable car atau kereta gantung," kata Sandiaga.
Baca juga:Kampung Betawi Setu Babakan Masuk 50 Besar ADWI 2021
Sandiaga membayangkan ide membangun kereta gantung nantinya terhubung dengan kereta rel listrik (KRL). Hal tersebut tentunya dapat memaksimalkan pergerakan ekonomi di Setu Babakan.
"Ini menarik, dimana masyarakat Jakarta lebih menghargai kawasan yang total wilayah pengelolaannya mencapai 100 hektare lebih. Jadi, buat yang belum tahu dan mau ke Setu Babakan, akan lebih mudah lagi aksesnya," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji, mengapresiasi ide Menparekraf untuk mengembangkan kawasan PBB Setu Babakan. Menurutnya, Setu Babakan merupakan ikon budaya Betawi di Jakarta.
Hal tersebut diungkapkannya saat memberikan penghargaan Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2021 di PBB Setu Babakan, Jumat (2/9). Ide membangun kereta gantung ini bisa menjadi daya tarik wisata yang ada di Setu Babakan.
"Kita bisa lihat di seputar daerah Setu Babakan ini ekonominya hidup dan ada beberapa ide menarik yang bisa kita kolaborasikan. Misalnya membangun cable car atau kereta gantung," kata Sandiaga.
Baca juga:Kampung Betawi Setu Babakan Masuk 50 Besar ADWI 2021
Sandiaga membayangkan ide membangun kereta gantung nantinya terhubung dengan kereta rel listrik (KRL). Hal tersebut tentunya dapat memaksimalkan pergerakan ekonomi di Setu Babakan.
"Ini menarik, dimana masyarakat Jakarta lebih menghargai kawasan yang total wilayah pengelolaannya mencapai 100 hektare lebih. Jadi, buat yang belum tahu dan mau ke Setu Babakan, akan lebih mudah lagi aksesnya," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji, mengapresiasi ide Menparekraf untuk mengembangkan kawasan PBB Setu Babakan. Menurutnya, Setu Babakan merupakan ikon budaya Betawi di Jakarta.