LANGIT7.ID, Jakarta - Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan di Jagakarsa, Jakarta Selatan masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik dari 1.834 desa wisata di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.
Terpilihnya kawasan PBB sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia berdasarkan 7 kategori yang dinilai dewan juri, mulai dari toilet, suvenir, desa digital, CHSE, konten kreatif, daya tarik wisata, dan homestay.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, turut bangga atas pencapaian yang diraih PBB Setu Babakan ini. Ia pun terkesan karena kawasan Setu Babakan memenuhi kriteria pemilihan sebagai desa wisata terbaik di Indonesia.
"Kami terkesan dengan Setu Babakan karena ada 7 kategori yang dilengkapi pihak pengelola, dan Setu Babakan memenuhi semuanya. Ada homestay sampai toilet yang super bersih dan nyaman," kata Sandiaga saat mengunjungi Setu Babakan, Jakarta Selatan, Jumat (2/9).
![Kampung Betawi Setu Babakan Masuk 50 Besar ADWI 2021]()
Sandiaga Uno saat mengunjungi Kampung Betawi, Setu Babakan. foto: instagram/ brull_nasrullah
Dalam kunjungannya, Sandiaga mengaku sudah 7 kali mengunjungi Kampung Betawi Setu Babakan. Kedatangannya ke desa wisata ini selalu memberikan kesan yang bermakna.
"Saya pernah bertugas di Pemprov DKI Jakarta dan sudah 7 kali mengunjungi Setu Babakan. Ini seperti rumah saya sendiri," ujarnya.
Dengan masuknya Setu Babakan sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia, Sandiaga berharap kawasan ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi nasional. Terlebih, PBB ini telah menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
"Kita lihat di Setu Babakan perekonomiannya hidup, banyak ide-ide menarik yang dituangkan. Harapan saya kegiatan ekonomi ini berdampak langsung pada masyarakat dan juga membuka lapangan kerja seluas-luasnya," jelasnya.
Sementara itu, Dewan Juri ADWI 2021, Panca R. Sarungu menjelaskan bahwa terpilihnya kawasan PBB sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia karena memiliki kapasitas untuk membangun daerah sekitar.
"Kawasan Setu Babakan memang basisnya community based tourism, dan kita bisa melihat impact-nya langsung terasa ke masyarakat sekitar," kata Panca.
(sof)