LANGIT7.ID, Jakarta - Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Center) bekerja sama dengan NanoEdu Cheria, menggelar Festival dan Konferensi Wisata Halal 2022 di Hotel Grand Cempaka Business Jakarta. Dengan mengangkat potensi Jakarta sebagai tujuan wisata halal dunia’, kegiatan ini dilakukan secara B2B (Business to Business) dengan tujuan mengembangkan potensi kota Jakarta, sebagai salah satu destinasi Wisata Halal di dunia.
Tokoh Betawi, Edi Sukardi menjelaskan saat ini Jakarta menjadi salah satu kota besar yang maju dan banyak menyediakan berbahai fasilitas ramah muslim yang lengkap, yakni hadirnya ratusan restoran bersertifikat halal. Menurut Edi, hal ini memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim untuk berwisata tanpa khawatir, terlebih perkembangan wisata halal di Indonesia telah diakui dunia sebagai peringkat pertama sebagai Wisata Halal Terbaik di Dunia versi Global Muslim Travel Index (GMTI).
“Jakarta layak menjadi pusat pengembangan dan kolaborasi wisata halal di Indonesia karena Jakarta memiliki banyak objek wisata dan objek keagamaan,” kata Edi dalam keterangannya Senin (30/10/2022).
Edi mengatakan, pascapandemi Covid-19, gairah wisatawan melakukan perjalanan mulai meningkat kembali, sehingga dengan adanya festival ini ditargetkan bisa mendorong 10 juta wisatawan datang ke Jakarta menikmati wisata halal.
Baca Juga: Berwisata Alam di Kampung Baduy, Sekaligus Belajar Kearifan LokalDi hari pertama dilaksanakan Gala Dinner mulai pukul 17.00 sampai 22.00 WIB, kemudian hari kedua akan diselenggarakan konferensi, temu bisnis, dan tabletop, dan di hari ketiga akan melakukan kunjungan wisata ke Pulau Seribu.
Selanjutnya, kegiatan ini akan dihadiri lebih dari 500 audience yang mencakup berbagai segmen dari perwakilan Dinas Pemerintahan, Dinas Pariwisata, para pebisnis, agensi, dan para pelaku wisata.
Jakarta Islamic Centre (JIC) sebagai lembaga pengkajian dan pengembangan Islam di Jakarta merasa penting untuk terlibat dalam pembangunan dan peningkatan wisata halal di Jakarta. JIC tidak hanya sebagai masjid atau pusat ibadah tetapi juga sebagai pusat muamalah.
Kepala JIC, KH Subki menuturkan JIC memiliki visi sebagai pusat peradaban agama Islam, dengan lingkup kerja tidak hanya di Jakarta tapi juga di Indonesia. Selain itu, dia mengungkapkan, salah satu hal untuk mewujudkan hal tersebut ialah melalui event Festival dan Wisata Halal Dunia dengan mitra NanoEdu.
“Hadirnya JIC dalam pengembangan wisata halal dunia diharapkan dapat mengangkat JIC agar dikenal luas, dan berdiri sejajar dalam bentang peradaban Islam dunia," ujarnya.
(zhd)