Didesak Banyak Pihak, Muslimah Palestina yang Hamil di Penjara Israel Dibebaskan
Redaksi
Sabtu, 04 September 2021 - 06:01 WIB
Anhar Al-Deek, Muslimah Palestina yang tengah hamil 9 bulan dan akan segera melahirkan, dibebaskan dari penjara Israel akibat desakan banyak pihak (foto: istimewa)
Pengadilan militer Israel memerintahkan pembebasan tahanan Palestina Anhar al-Deek yang tengah hamil di tahanan, dengan jaminan 40.000 shekel atau senilai USD 12.500.
Anhar Al-Deek dibebaskan akibat desakan otoritas Palestina, organisasi hak asasi manusia dan berbagai pihak lain kepada Israel untuk segera membebaskannya, karena dia akan segera melahirkan.
Baca Juga: Sedih! Wanita Palestina ini Hamil 9 Bulan di Penjara Israel
Melansir middleeasteye.net, hukum Israel mengizinkan bayi yang baru lahir untuk tinggal bersama ibu mereka di penjara sampai usia dua tahun, tetapi Hakim Sivan Omer mengatakan dalam putusannya bahwa tinggal di penjara bukan situasi yang tepat untuk bayi yang baru lahir dan dapat membahayakan kesehatan anak.
Anhar al-Deek (25) ditangkap tentara Israel di desa Kufr Nima, sebelah barat kota Ramallah, saat berada di lahan pertanian keluarganya pada 8 Maret 2021, saat dia hamil tiga bulan. Tentara Israel menuduhnya mencoba melakukan serangan penusukan.
Pada saat penangkapan Anhar, Ibunya, Aisha (57) mengatakan bahwa putrinya telah berjalan-jalan di tanah keluarga di bukit Raysan, dan sedang menderita depresi terkait kehamilan.
Namun sekelompok tentara Israel menyerangnya di sana, dan menuduhnya mencoba menikam mereka.
Anhar Al-Deek dibebaskan akibat desakan otoritas Palestina, organisasi hak asasi manusia dan berbagai pihak lain kepada Israel untuk segera membebaskannya, karena dia akan segera melahirkan.
Baca Juga: Sedih! Wanita Palestina ini Hamil 9 Bulan di Penjara Israel
Melansir middleeasteye.net, hukum Israel mengizinkan bayi yang baru lahir untuk tinggal bersama ibu mereka di penjara sampai usia dua tahun, tetapi Hakim Sivan Omer mengatakan dalam putusannya bahwa tinggal di penjara bukan situasi yang tepat untuk bayi yang baru lahir dan dapat membahayakan kesehatan anak.
Anhar al-Deek (25) ditangkap tentara Israel di desa Kufr Nima, sebelah barat kota Ramallah, saat berada di lahan pertanian keluarganya pada 8 Maret 2021, saat dia hamil tiga bulan. Tentara Israel menuduhnya mencoba melakukan serangan penusukan.
Pada saat penangkapan Anhar, Ibunya, Aisha (57) mengatakan bahwa putrinya telah berjalan-jalan di tanah keluarga di bukit Raysan, dan sedang menderita depresi terkait kehamilan.
Namun sekelompok tentara Israel menyerangnya di sana, dan menuduhnya mencoba menikam mereka.