home edukasi & pesantren

Perkuat Bidang Penelitian, ITS Kukuhkan 8 Profesor Baru

Kamis, 07 Maret 2024 - 23:00 WIB
(dari kiri) Prof Ir Raja Oloan Saut Gurning ST MSc PhD, Prof Dr Ir I Made Ariana ST MT, Prof Dr Mashuri SSi MSi yang dikukuhkan menjadi Profesor ke-201, 202, dan 203 di ITS
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengukuhkan delapan profesor baru dalam perhelatan Sidang Terbuka Dewan Profesor ITS. Pengukuhan ini dilaksanakan di Auditorium Gedung Research Center ITS, Kamis (7/3).

Dalam kesempatan ini, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menuturkan bahwa ITS sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) memiliki tiga organ utama sebagai pilar pentingnya. Salah satu dari organ tersebut adalah peran Dewan Profesor dalam membantu kerja Senat Akademik. “Alhamdulillah ITS terus mengalami peningkatan jumlah profesor di setiap tahunnya,” ungkap guru besar yang akrab disapa Ashari ini.

Menurutnya, peningkatan jumlah guru besar atau profesor tersebut dapat membantu peningkatan kualitas penelitian dan pemeringkatan perguruan tinggi. Lebih lanjut, Ashari memaparkan, saat ini ITS telah memiliki total 167 profesor aktif yang telah dikukuhkan dengan penambahan 73 profesor baru sejak tahun 2019 lalu. “Sebagai permulaan, di awal tahun ini kita telah menerima sebanyak delapan guru besar baru ini,” ujarnya.

Baca juga:Dokter Kamil, Berjuang Lawan Kanker di Tengah Raih Gelar Spesialis

Dengan bertambahnya delapan profesor baru di ITS kali ini, Ashari mengaku sangat bangga. Dengan mantap, profesor Departemen Teknik Elektro ini berharap agar dengan bertambahnya jumlah guru besar ini dapat lebih meningkatkan kualitas institusi. “Yang paling utama, bisa memberikan warna baru di dunia penelitian di Indonesia,” tandasnya mengingatkan.

Mengawali prosesi pengukuhan, profesor ke-196 ITS Prof I Dewa Ayu Agung Warmadewanthi ST MT PhD menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul Inovasi Teknologi Pemulihan Material dan Energi dari Limbah untuk Menggerakkan Ekonomi Sirkular Nasional. Dalam hal ini, dosen yang biasa dipanggil Wawa tersebut menegaskan bahwa metode pengolahan sampah nasional saat ini sudah tidak pada tahap 3R (reduce, reuse, recycle). “Namun, tentang bagaimana cara menciptakan produk yang bernilai ekonomi,” jelas guru besar dari Departemen Teknik Lingkungan ini.

Melanjutkan sesi orasi, mantan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) tahun 2015 Prof Dr Ir Patdono Suwignjo MEng menyampaikan orasinya terkait Pengelolaan Kinerja untuk Proses Inovasi pada BUMN Indonesia. Menurut profesor ke-197 ITS dari Departemen Teknik Sistem dan Industri ini, kerangka kinerja inovasi di Indonesia saat ini telah mencapai fase inovasi terbuka.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya