Waspada! Konsumsi Gula Berlebih Picu Penuaan Dini
Redaksi
Sabtu, 04 September 2021 - 08:02 WIB
ilustrasi makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi (foto: langit7.id/istock)
Sahabat Langit 7 suka ngemil? suka minum es kopi atau minuman dingin dalam kemasan? suka minum soda? Semua itu memiliki kandungan gula yang tinggi. Dan bahayanya, konsumsi tinggi glukosa atau gula ternyata mempercepat proses penuaan dini.
Di dalam tubuh ada yang disebut sebagai proses glikasi yaitu gula di dalam tubuh yang diproses oleh enzim menjadi tenaga dan simpanan lemak di tubuh. Nah hal itu masih bersifat normal atau fisiologis.
Namun menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Agung M Rheza, jika konsumsi gula berlebihan, gula akan berada di luar sel dalam bentuk fruktosa dan galaktosa dan akan dimulailah proses glikasi, tanpa melewati enzim dengan hasil akhir AGEs (advanced glycation end products) yg sangat merugikan tubuh.
"Gampangnya, kalau sudah ada AGEs ini maka prosesnya menjadi penyakit/ patologis. Penyakit-penyakit yg disebabkan AGEs antara lain: katarak pada mata dan asam urat di sendi. Nah kalau di kulit akan menyebabkan penuaan dini," kata dr Agung melalui akun Twitternya, dikutip Sabtu (4/9/2021).
Di zaman banyak pilihan cemilan seperti sekarang ini, kata dr Agung, kita harus pintar-pintar memilih makanan, karena ternyata proses glikasi ini juga bisa terjadi di luar tubuh alias tanpa enzim. Misalnya proses karamelisasi makanan.
"Nah tanpa basa-basi, ini intinya: semua proses glikasi dari awal sampai akhir akan menghasilkan radikal bebas (karena tanpa enzim). Ini nih si culprit yg merugikan kulit kita," jelasnya.
Sebenarnya, kata dr Agung, AGEs ini akan dikeluarkan oleh ginjal dalam bentuk urin. Namun seiring ginjal juga kena efek dari reaksi oksidatif tadi, maka fungsinya juga akan menurun.
Di dalam tubuh ada yang disebut sebagai proses glikasi yaitu gula di dalam tubuh yang diproses oleh enzim menjadi tenaga dan simpanan lemak di tubuh. Nah hal itu masih bersifat normal atau fisiologis.
Namun menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Agung M Rheza, jika konsumsi gula berlebihan, gula akan berada di luar sel dalam bentuk fruktosa dan galaktosa dan akan dimulailah proses glikasi, tanpa melewati enzim dengan hasil akhir AGEs (advanced glycation end products) yg sangat merugikan tubuh.
"Gampangnya, kalau sudah ada AGEs ini maka prosesnya menjadi penyakit/ patologis. Penyakit-penyakit yg disebabkan AGEs antara lain: katarak pada mata dan asam urat di sendi. Nah kalau di kulit akan menyebabkan penuaan dini," kata dr Agung melalui akun Twitternya, dikutip Sabtu (4/9/2021).
Di zaman banyak pilihan cemilan seperti sekarang ini, kata dr Agung, kita harus pintar-pintar memilih makanan, karena ternyata proses glikasi ini juga bisa terjadi di luar tubuh alias tanpa enzim. Misalnya proses karamelisasi makanan.
"Nah tanpa basa-basi, ini intinya: semua proses glikasi dari awal sampai akhir akan menghasilkan radikal bebas (karena tanpa enzim). Ini nih si culprit yg merugikan kulit kita," jelasnya.
Sebenarnya, kata dr Agung, AGEs ini akan dikeluarkan oleh ginjal dalam bentuk urin. Namun seiring ginjal juga kena efek dari reaksi oksidatif tadi, maka fungsinya juga akan menurun.