Muslim Australia Mulai 1 Ramadhan 1445 H pada 12 Maret 2024
Esti setiyowati
Senin, 11 Maret 2024 - 11:00 WIB
ilustrasi
Dewan Fatwa Australia mengumumkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024.
“Dewan Imam Nasional Australia dan Dewan Fatwa Australia mengakui, memahami dan menghormati para Imam dan ulama yang mungkin berbeda pendapat, dan meminta seluruh umat Islam untuk menghormati perbedaan pendapat mengenai masalah ini dan berupaya mewujudkan kesatuan komunitas Muslim dalam menjaga keutuhan umat Islam, nilai-nilai dan kepentingan bersama yang mereka semua miliki dan bagikan,” kata Mufti Agung Australia, Ibrahim Abu Mohamad, dikutip abc.net.au, Senin (11/3/2024).
Seperti diketahui, Ramadhan jatuh pada bulan kesembilan dalam penanggalan Islam. Kalender bergantung pada siklus bulan, di mana Ramadhan jatuh sekitar 11 hari lebih awal setiap tahunnya.
Baca juga:PBNU: 1 Ramadhan 1445 H Jatuh Selasa 12 Maret 2024
Ibrahim Abu Mohamad mengatakan pengumuman 1 Ramadhan 1445 H berlaku untuk seluruh negara bagia dan teritori Australia.
Ibrahim dan Dewan Fatwa Australia mengatakan metode tersebut didasarkan pada perhitungan kelahiran bulan sebelum matahari terbenam, durasi bulan terbenam setelah matahari terbenam, dan kemungkinan penampakan bulan.
“Dewan Imam Nasional Australia dan Dewan Fatwa Australia mengakui, memahami dan menghormati para Imam dan ulama yang mungkin berbeda pendapat, dan meminta seluruh umat Islam untuk menghormati perbedaan pendapat mengenai masalah ini dan berupaya mewujudkan kesatuan komunitas Muslim dalam menjaga keutuhan umat Islam, nilai-nilai dan kepentingan bersama yang mereka semua miliki dan bagikan,” kata Mufti Agung Australia, Ibrahim Abu Mohamad, dikutip abc.net.au, Senin (11/3/2024).
Seperti diketahui, Ramadhan jatuh pada bulan kesembilan dalam penanggalan Islam. Kalender bergantung pada siklus bulan, di mana Ramadhan jatuh sekitar 11 hari lebih awal setiap tahunnya.
Baca juga:PBNU: 1 Ramadhan 1445 H Jatuh Selasa 12 Maret 2024
Ibrahim Abu Mohamad mengatakan pengumuman 1 Ramadhan 1445 H berlaku untuk seluruh negara bagia dan teritori Australia.
Ibrahim dan Dewan Fatwa Australia mengatakan metode tersebut didasarkan pada perhitungan kelahiran bulan sebelum matahari terbenam, durasi bulan terbenam setelah matahari terbenam, dan kemungkinan penampakan bulan.