LANGIT7.ID-, Pontianak - - Aila Afifah asal Kota Pontianak menjadi
calon jamaah haji termuda di Indonesia. Gadis berusia 13 tahun ini baru duduk di bangku kelas VI SD LKIA
Pontianak Selatan. Ia akan berangkat
ibadah haji bersama ayah dan bibinya.
"Saya senang bisa doakan ibu di sana," ujarnya saat
Manasik Haji Terintegrasi Kota Pontianak di Aula Masjid Raya Mujahidin.
Aila berangkat menggantikan ibundanya yang meninggal beberapa waktu lalu. Ia akan bertolak ke
Tanah Suci pada awal Mei bersama 1.508 calon
jamaah haji lain.
Baca juga: MUI Usul Perubahan Skema Dana Calon Jamaah Haji IndonesiaJumlah tersebut meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya di angka 619 jamaah.
“Ini luar biasa. Tahun ini jemaah haji Kota Pontianak mencapai 1.508 orang. Yang perempuan bahkan lebih banyak dari laki-laki,” kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat membuka manasik haji dalam keterangannya dikutip Sabtu (18/4/2026).
Jumlah tersebut meliputi 843 jamaah perempouan dan 665 jamaah laki-laki. Sementara jamaah tertua tahun ini berusia 83 tahun, sedangkan Aila sebagai yang termuda berusia 13 tahun.
"Ini menunjukkan antusiasme masyarakat Pontianak untuk menunaikan
rukun Islam kelima sangat tinggi," sebutnya.
Dalam keterangannya, Edi Rusi berpesan pada jamaah calon haji untuk tetap optimis, menjaga kesehatan, dan memperkuat mental selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Bapak-Ibu harus optimis. Dengan keyakinan itu, kita percaya apa yang kita lakukan diridai Allah Swt. Ini adalah proses panjang menuju puncaknya nanti di wukuf di Arafah,” imbuhnya.
Baca juga: Kemenag Klaim Tidak Ada Niat Beratkan Calon Jamaah HajiIa mengatakan tidak semua orang memperoleh kesempatan yang sama untuk berangkat haji pada waktu yang sama. Karena itu, para jemaah diminta mensyukuri kesempatan tersebut dan menyiapkan diri sebaik mungkin, baik secara fisik maupun spiritual.
Lebih lanjut Edi menekankan bahwa haji bukan sekadar ritual, melainkan perjalanan menata hati yang membutuhkan kesabaran, kekuatan mental, serta kondisi fisik yang prima.
“Yang paling penting adalah menjaga kesehatan, karena puncaknya nanti di Arafah. Selain itu, mental juga harus kuat dan sabar, karena jutaan orang dari seluruh dunia berkumpul di sana dengan cuaca yang panas,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan para jamaah untuk mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dan program dari Kementerian Agama, baik di tingkat kota maupun provinsi, agar perjalanan ibadah berjalan lancar hingga kembali ke tanah air.
Sementara Kepala Kementerian Haji dan Umrah Perwakilan Kota Pontianak Muslimin menjelaskan jumlah jamaah yang meningkat dari tahun sebelumnya. Menurut Muslimin, kuota jamaah tersebut telah dibagi untuk masing-masing kabupaten kota sejak awal penetapan.
"Biasa kami kendala paspor jamaah, tapi tahun ini tidak ada kendala hingga tenggat waktunya," pungkasnya.
Baca juga: Calon Jamaah Haji Sleman Diminta Jaga Kesehatan dan Menjaga Kualitas Ibadah(est)