Ramadhan Sebagai Bulan Transformasi-03
Tim langit 7
Jum'at, 15 Maret 2024 - 08:00 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Shamsi Ali Al-Kajangi*
Semua amalan ritual yang ada di bulan Ramadhan, puasa, tarawih, tilawah, ragam tasbih dan dzikir, harusnya mengantar pada situasi kehidupan sosial yang lebih baik. Perubahan kehidupan sosial ke arah yang lebih baik itulah yang kita maksud dengan transformasi atau “perubahan mendasar” (foundational change).
Tiga hal mendasar telah disampaikan terdahulu. Perubahan kwalitas iman dari iman yang bersifat pasif ke Iman yang berkarakter aktif. Juga bahwa Ramadhan hendaknya menjadi momen terbaik untuk melakukan transformasi hati dan jiwa. Hati dan keadaan kejiwaan (mental state) inilah yang kemudian menentukan terjadinya transformasi yang ketiga. Yaitu pentingnya membangun akhlak karimah atau prilaku yang baik (mulia).
Baca juga:Ramadhan Sebagai Bulan Transformasi-02
Empat: Ramadhan harus menjadi bulan untuk merekatkan kembali hubungan kekeluargaan. Berbicara tentang keluarga ini tentu yang paling esensial adalah unit kekuarga terkecil. Biasanya disebut di Amerika dengan “immediate family members”. Mereka ini jika di Amerika bisa disponsori izin tinggal misalnya. Pasangan suami-isteri, orang tua-anak merekalah yang msuk ke dalam kategori ini.
Makna transformasi keluarga di bulan Ramadhan adalah mencoba merajut kembali relasi kekeluargaan yang rentang tercabik-cabik karena banyak faktor. Salah satunya adalah kerena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang telekomunikasi dan informasi.
Kita sadar bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak selamanya bersahabat dengan aspek kemanusiaan kita. Sebaliknya bahkan boleh saja membawa kepada hal-hal yang tidak dikehendaki (undesirable).
Semua amalan ritual yang ada di bulan Ramadhan, puasa, tarawih, tilawah, ragam tasbih dan dzikir, harusnya mengantar pada situasi kehidupan sosial yang lebih baik. Perubahan kehidupan sosial ke arah yang lebih baik itulah yang kita maksud dengan transformasi atau “perubahan mendasar” (foundational change).
Tiga hal mendasar telah disampaikan terdahulu. Perubahan kwalitas iman dari iman yang bersifat pasif ke Iman yang berkarakter aktif. Juga bahwa Ramadhan hendaknya menjadi momen terbaik untuk melakukan transformasi hati dan jiwa. Hati dan keadaan kejiwaan (mental state) inilah yang kemudian menentukan terjadinya transformasi yang ketiga. Yaitu pentingnya membangun akhlak karimah atau prilaku yang baik (mulia).
Baca juga:Ramadhan Sebagai Bulan Transformasi-02
Empat: Ramadhan harus menjadi bulan untuk merekatkan kembali hubungan kekeluargaan. Berbicara tentang keluarga ini tentu yang paling esensial adalah unit kekuarga terkecil. Biasanya disebut di Amerika dengan “immediate family members”. Mereka ini jika di Amerika bisa disponsori izin tinggal misalnya. Pasangan suami-isteri, orang tua-anak merekalah yang msuk ke dalam kategori ini.
Makna transformasi keluarga di bulan Ramadhan adalah mencoba merajut kembali relasi kekeluargaan yang rentang tercabik-cabik karena banyak faktor. Salah satunya adalah kerena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang telekomunikasi dan informasi.
Kita sadar bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak selamanya bersahabat dengan aspek kemanusiaan kita. Sebaliknya bahkan boleh saja membawa kepada hal-hal yang tidak dikehendaki (undesirable).