Singapura, Malaysia, Australia, Afrika Selatan Uji Coba Pembayaran Digital Bank Sentral
Mahmuda attar hussein
Sabtu, 04 September 2021 - 10:21 WIB
Ilustrasi metode pembayaran digital. Foto: Langit7.id/iStock
Bank sentral Australia, Singapura, Malaysia, dan Afrika Selatan bakal menguji coba pembayaran lintas batas menggunakan mata uang digital bank sentral (CBDC) yang berbeda. Inisiatif tersebut akan mengeksplorasi desain teknis, tata kelola, dan operasi yang berbeda.
Sebagian besar proyek masih dalam tahap awal dan hanya berfokus di dalam negeri. Namun, pengembangan juga dilakukan seperti aturan dan kerangka kerja global tentang bagaimana CBDC dapat digunakan secara internasional cukup rumit secara teknis, dan timbul potensi politis.
Baca Juga:Ekonomi Digital, Perubahan Iklim dan Pandemi Covid-19 Sebabkan Kesenjangan Sosial
"Hal ini bertujuan untuk menguji apakan transaksi tersebut dapat dilakukan dengan biaya lebih murah dan mudah," demikian bunyi pernyataan bersama Reserve Bank of Australia, Bank Negara Malaysia, Monetary Authority of Singapore, South African Reserve Bank, dan Bank of International Settlement’s (BIS) Innovation Hub, yang memimpin skema tersebut, Ahad (4/9/2021).
"Proyek terbaru ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe platform bersama untuk transaksi lintas batas menggunakan beberapa CBDC," lanjut bunyi pernyataan tersebut.
Platform tersebut memungkinkan lembaga keuangan bertransaksi langsung satu sama lain di CBDC. Sehingga dapat menghilangkan kebutuhan atas pihak perantara dan mengurangi waktu serta biaya transaksi.
Baca Juga:Dukung UMKM, Kemendag Geber Kampanye Bangga Buatan Indonesia
Sebagian besar proyek masih dalam tahap awal dan hanya berfokus di dalam negeri. Namun, pengembangan juga dilakukan seperti aturan dan kerangka kerja global tentang bagaimana CBDC dapat digunakan secara internasional cukup rumit secara teknis, dan timbul potensi politis.
Baca Juga:Ekonomi Digital, Perubahan Iklim dan Pandemi Covid-19 Sebabkan Kesenjangan Sosial
"Hal ini bertujuan untuk menguji apakan transaksi tersebut dapat dilakukan dengan biaya lebih murah dan mudah," demikian bunyi pernyataan bersama Reserve Bank of Australia, Bank Negara Malaysia, Monetary Authority of Singapore, South African Reserve Bank, dan Bank of International Settlement’s (BIS) Innovation Hub, yang memimpin skema tersebut, Ahad (4/9/2021).
"Proyek terbaru ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe platform bersama untuk transaksi lintas batas menggunakan beberapa CBDC," lanjut bunyi pernyataan tersebut.
Platform tersebut memungkinkan lembaga keuangan bertransaksi langsung satu sama lain di CBDC. Sehingga dapat menghilangkan kebutuhan atas pihak perantara dan mengurangi waktu serta biaya transaksi.
Baca Juga:Dukung UMKM, Kemendag Geber Kampanye Bangga Buatan Indonesia