Saudi Siapkan Drone untuk Transfer Darah pada Penyelenggaran Haji 2024
Esti setiyowati
Sabtu, 16 Maret 2024 - 09:00 WIB
ilustrasi
Otoritas Kesehatan Saudi akan menggunakan drone untuk mentransfer darah selama penyelenggaran ibadah haji tahun ini.
Seperti dilaporkan media lokal Akhbaar24, drone tersebut secara resmi akan digunakan untuk membawa unit darah dan sampel laboratorium antara rumah sakit di tempat-tempat suci di Mina dan Arafah, tempat puncak ibadah haji.
Akhir tahun lalu, Kementerian Kesehatan Saudi dan Saudi Post (SPL) melakukan uji coba transfer darah menggunakan drone di tempat-tempat suci dekat Mekkah. Latihan ini dilakukan untuk memastikan kecepatan dan keamanan layanan rawat jalan yang disiapkan untuk para jamaah haji.
Baca juga:Otoritas Masjidil Haram Siapkan Pintu Khusus untuk Jamaah Umrah Selama Ramadhan
Keberhasilan simulasi tersebut membawa lampu hijau dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi jamaah haji sekaligus membantu penanganan keadaan darurat selama ibadah tahunan tersebut.
Menurut laporan yang dikutip Gulf News, Jumat (15/3/2024), teknik ini dapat memotong layanan transportasi darah menjadi dua menit. Lebih cepat dibanding diangkut dengan cara tradisional yang memakan waktu hingga 2,5 jam.
Hampir 2 juta jamaah haji dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji tahun lalu. Angka tersebut menandai kembalinya jumlah jamaah haji ke masa sebelum pandemi.
Seperti dilaporkan media lokal Akhbaar24, drone tersebut secara resmi akan digunakan untuk membawa unit darah dan sampel laboratorium antara rumah sakit di tempat-tempat suci di Mina dan Arafah, tempat puncak ibadah haji.
Akhir tahun lalu, Kementerian Kesehatan Saudi dan Saudi Post (SPL) melakukan uji coba transfer darah menggunakan drone di tempat-tempat suci dekat Mekkah. Latihan ini dilakukan untuk memastikan kecepatan dan keamanan layanan rawat jalan yang disiapkan untuk para jamaah haji.
Baca juga:Otoritas Masjidil Haram Siapkan Pintu Khusus untuk Jamaah Umrah Selama Ramadhan
Keberhasilan simulasi tersebut membawa lampu hijau dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi jamaah haji sekaligus membantu penanganan keadaan darurat selama ibadah tahunan tersebut.
Menurut laporan yang dikutip Gulf News, Jumat (15/3/2024), teknik ini dapat memotong layanan transportasi darah menjadi dua menit. Lebih cepat dibanding diangkut dengan cara tradisional yang memakan waktu hingga 2,5 jam.
Hampir 2 juta jamaah haji dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji tahun lalu. Angka tersebut menandai kembalinya jumlah jamaah haji ke masa sebelum pandemi.