home masjid

KH Miftachul Akhyar: Kenikmatan Dunia hanya Cipratan

Sabtu, 30 Maret 2024 - 08:00 WIB
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar
Kenikmatan yang didapat di dunia dari jerih payahnya adalah sekadar cipratan bila dibandingkan di akhirat kelak. Dunia sejatinya adalah media untuk menanam dengan memperbanyak mengerjakan amal kebaikan, sementara panennya di akhirat.

"Adapun cipratan panen yang mungkin kita terima di dunia. Cipratannya saja misalkan punya pabrik, rumahnya di mana-mana ada, dan seterusnya. Itu hanya cipratan," ujar Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar.

Karena sebatas cipratan, manusia hendaknya tidak mudah tergiur hingga lupa bahwa ada kehidupan selanjutnya, yakni akhirat. Urusan akhirat ini yang mestinya didahulukan. Semua hal yang dilakukan harus berorientasi pada upaya menggapai balasan dan ridha Allah di akhirat.

Baca juga:Keutamaan I'tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Pahami Niat dan Tata Caranya

"Urusan dunia dan akhirat ini menjadi penting bagi amal. Dunia ini sebagai tempat bercocok tanam, nyelengi (nabung). Akhirat sebagai tempat menuai atau panen. Jadi kalau orang bercocok tanam, panennya nanti, tidak sekarang," terangnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya ini lalu mengungkapkan bahwa dahulu ada salah satu sahabat yang melakukan penelitian terhadap amal-amal yang dilakukan manusia di dunia.

Yang berbahaya adalah bila amal-amal itu dikerjakan namun terlampau cinta terhadap dunia dan sampai melupakan akhirat. "Sebagian sahabat meneliti semua amal. Dan hasilnya yang paling membahayakan amal adalah cinta dunia lupa akhirat," ujar Kiai Miftach, sapaan akrabnya menjelaskan kitab yang dibaca.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kh miftachul akhyar kenikmatan dunia
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya