Bijak Kelola THR: Jangan Terjebak Euforia Lebaran, Dahulukan Zakat dan Infak
Esti setiyowati
Sabtu, 30 Maret 2024 - 15:00 WIB
ilustrasi
Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi hal yang sangat dinantikan para pekerja. Meski begitu agar tak berujung pada penggunaan yang boros, dibutuhkan strategi jitu untuk mengelolanya.
Direktur Badan Usaha Milik Universitas (BUMU) sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Diana Hasan, mengatakan borosnya penggunaan THR karena masyarakat yang tidak dapat mengontrol kebutuhan prioritasnya.
“Kita terkadang terlalu tenggelam dalam euforia lebaran, merasa itu adalah hari kemenangan. Kemudian, merayakannya dengan membeli apa saja, tanpa melihat kemampuan diri sendiri,” kata Diana, dikutip laman Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu (30/3/2024).
Baca juga:Penuhi Persiapan Hari Raya Idul Fitri Bersama Koleksi Jenama Lokal
Menurut Diana yang aktif sebagai konsultan manajemen ini, ada dua langkah yang harus diperhatikan agar THR bisa digunakan sesuai kebutuhan, yaitu menentukan skala prioritas dan berinvestasi.
“Dalam mengelola keuangan THR kita harus memperhatikan kondisi keuangan terlebih dahulu dan mengutamakan kebutuhan paling utama,” jelasnya.
Dosen yang pernah bekerja di lembaga perbankan ini menyarankan untuk memiliki catatan keperluan yang dibutuhkan mulai dari yang paling terpenting.
Direktur Badan Usaha Milik Universitas (BUMU) sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Diana Hasan, mengatakan borosnya penggunaan THR karena masyarakat yang tidak dapat mengontrol kebutuhan prioritasnya.
“Kita terkadang terlalu tenggelam dalam euforia lebaran, merasa itu adalah hari kemenangan. Kemudian, merayakannya dengan membeli apa saja, tanpa melihat kemampuan diri sendiri,” kata Diana, dikutip laman Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu (30/3/2024).
Baca juga:Penuhi Persiapan Hari Raya Idul Fitri Bersama Koleksi Jenama Lokal
Menurut Diana yang aktif sebagai konsultan manajemen ini, ada dua langkah yang harus diperhatikan agar THR bisa digunakan sesuai kebutuhan, yaitu menentukan skala prioritas dan berinvestasi.
“Dalam mengelola keuangan THR kita harus memperhatikan kondisi keuangan terlebih dahulu dan mengutamakan kebutuhan paling utama,” jelasnya.
Dosen yang pernah bekerja di lembaga perbankan ini menyarankan untuk memiliki catatan keperluan yang dibutuhkan mulai dari yang paling terpenting.