home edukasi & pesantren

ITS Gandeng RSUA Kembangkan Aplikasi Pemantau Pasien Gagal Ginjal Kronis

Selasa, 02 April 2024 - 05:00 WIB
Dini Adni Navastara SKom MSc menunjukkan tampilan aplikasi SahabatCAPD sebagai sistem pendeteksi dan pemantauan dini risiko komplikasi pasien gagal ginjal kronis
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus mengembangkan kolaborasi untuk menciptakan inovasi teknologi pada bidang kesehatan.

Kali ini, ITS menggandeng Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dalam pengembangan terobosan aplikasi SahabatCAPD, sebuah solusi cerdas untuk memudahkan dokter dalam melakukan pemantauan pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD).

Ketua tim peneliti, Dini Adni Navastara SKom MSc menjelaskan, inovasi ini berawal dari gagasan kreatif mahasiswa ITS yang berpartisipasi dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2021 lalu.

Baca juga:ITS Bagikan Tips & Trik Hadapi UTBK

Sebagai dosen pembimbing dalam tim, perempuan yang kerap disapa Dini ini melihat potensi besar dalam ide tersebut untuk meningkatkan sistem pemantauan dan pengelolaan kondisi pasien gagal ginjal kronis. “Namun, anggota tim mahasiswa tersebut saat ini telah menyelesaikan studinya di ITS,” ungkapnya.

Tak ingin mengakhiri pengembangan inovasinya, dosen Departemen Teknik Informatika ITS tersebut memutuskan untuk melanjutkan penelitian dalam pengembangan dan penyempurnaan aplikasi, termasuk dengan menerapkan teknologi deep learning di dalamnya.

Pemilihan teknologi ini didasarkan dari penelitian sebelumnya yang menunjukkan keberhasilan deep learning dalam mendiagnosis kondisi medis melalui citra. “Meskipun begitu, belum ada penelitian khusus berbasis deep learning terkait CAPD untuk deteksi risiko komplikasi menggunakan effluent dialysate,” tambah Dini.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
its rsua aplikasi gagal ginjal
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya