Peneliti Berhijab Ini Menangkan Female Science Talents Intensive Tracks 2024 dari Jerman
Tim langit 7
Rabu, 03 April 2024 - 08:00 WIB
Sri Fatmawati SSi MSc PhD meraih penghargaan internasional bergengsi Female Science Talents Intensive Tracks 2024.
Dedikasi Sri Fatmawati SSi MSc PhD dalam pengembangan riset kimia bahan alam kembali meraih penghargaan internasional bergengsi.
Dosen dari Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini menjadi pemenang Female Science Talents Intensive Tracks 2024.
Female Science Talents Intensive Track merupakan penghargaan yang diberikan oleh yayasan asal Jerman, The Falling Walls Foundation, kepada 20 perempuan berbakat lulusan doktor dari seluruh dunia di berbagai disiplin ilmu.
Melalui penghargaan ini, para pemenang diberikan pendampingan karir, kesempatan berpartisipasi dalam acara tingkat tinggi di Berlin, Jerman serta perluasan relasi di taraf internasional dan meningkatkan pengakuan global.
Baca juga:ITS Gandeng RSUA Kembangkan Aplikasi Pemantau Pasien Gagal Ginjal Kronis
Pada edisi kali ini, perempuan yang akrab disapa Fatma ini berhasil menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di antara 20 pemenang yang datang dari 15 negara berbeda. Dia sekaligus menjadi ilmuwan perempuan Indonesia pertama yang berhasil menyabet gelar prestisius ini.
“Untuk penganugerahan pemenang secara langsung akan diserahkan di Berlin, Jerman, Mei mendatang,” ungkap dosen Laboratorium Kimia Bahan Alam dan Sintesis (KIBAS) Departemen Kimia ITS ini.
Dosen dari Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini menjadi pemenang Female Science Talents Intensive Tracks 2024.
Female Science Talents Intensive Track merupakan penghargaan yang diberikan oleh yayasan asal Jerman, The Falling Walls Foundation, kepada 20 perempuan berbakat lulusan doktor dari seluruh dunia di berbagai disiplin ilmu.
Melalui penghargaan ini, para pemenang diberikan pendampingan karir, kesempatan berpartisipasi dalam acara tingkat tinggi di Berlin, Jerman serta perluasan relasi di taraf internasional dan meningkatkan pengakuan global.
Baca juga:ITS Gandeng RSUA Kembangkan Aplikasi Pemantau Pasien Gagal Ginjal Kronis
Pada edisi kali ini, perempuan yang akrab disapa Fatma ini berhasil menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia di antara 20 pemenang yang datang dari 15 negara berbeda. Dia sekaligus menjadi ilmuwan perempuan Indonesia pertama yang berhasil menyabet gelar prestisius ini.
“Untuk penganugerahan pemenang secara langsung akan diserahkan di Berlin, Jerman, Mei mendatang,” ungkap dosen Laboratorium Kimia Bahan Alam dan Sintesis (KIBAS) Departemen Kimia ITS ini.