Dosen UM Surabaya Imbau Orang Tua Ajari Anak Kelola Angpau Lebaran dengan Bijak
Tim langit 7
Jum'at, 05 April 2024 - 08:00 WIB
ilustrasi
Saat lebaran, hal yang paling dinantikan anak-anak ialah mendapat angpau. Tetapi, anak perlu diajari bagaimana mengelola uang tersebut agar tidak cepat habis atau justru untuk membeli sesuatu dengan boros.
Dosen Ekonomi Syariah UM Surabaya Fatkur Huda membagikan tips agar orang tua mengajari anak cara mengelola angpau lebaran dengan bijak.
Pertama, memahamkan akan kebutuhan dan keinginan. Cara yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada anak tentang konsep kebutuhan dan keinginan, hal ini untuk membantu anak agar dapat mengelola ampao sebagaimana kebutuhan yang prioritas.
“Cara ini sudah dapat diajarkan kepada anak kita yang memasuki usia 4-6 tahun,” ujar Fatkur.
Baca juga:ITS Berangkatkan 12 Armada Mudik Gratis untuk Mahasiswa
Hal ini bukan tidak mungkin, anak sudah mulai dapat diajak berdiskusi tentang apa yang harus dibeli sebagai kebutuhan atau hanya sebagai sebuah keinginan saja. Contoh tentang alokasi untuk kebutuhan sekolah mereka, yang sifatnya menunjang pembelajaran.
Kedua, mengajarkan pengelolaan keuangan yang produktif. Mendapat uang angpao tentu akan menjadikan anak semakin konsumtif, sebab uang yang didapat dianggap sebagai sebuah bonus.
Dosen Ekonomi Syariah UM Surabaya Fatkur Huda membagikan tips agar orang tua mengajari anak cara mengelola angpau lebaran dengan bijak.
Pertama, memahamkan akan kebutuhan dan keinginan. Cara yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada anak tentang konsep kebutuhan dan keinginan, hal ini untuk membantu anak agar dapat mengelola ampao sebagaimana kebutuhan yang prioritas.
“Cara ini sudah dapat diajarkan kepada anak kita yang memasuki usia 4-6 tahun,” ujar Fatkur.
Baca juga:ITS Berangkatkan 12 Armada Mudik Gratis untuk Mahasiswa
Hal ini bukan tidak mungkin, anak sudah mulai dapat diajak berdiskusi tentang apa yang harus dibeli sebagai kebutuhan atau hanya sebagai sebuah keinginan saja. Contoh tentang alokasi untuk kebutuhan sekolah mereka, yang sifatnya menunjang pembelajaran.
Kedua, mengajarkan pengelolaan keuangan yang produktif. Mendapat uang angpao tentu akan menjadikan anak semakin konsumtif, sebab uang yang didapat dianggap sebagai sebuah bonus.