Dedikasi pada Riset, Yusef Tamatkan Magister di Usia 60 Tahun
Tim langit 7
Ahad, 21 April 2024 - 12:00 WIB
Dedikasi pada riset, Yusef tamatkan magister di usia 60 tahun
Kecintaan M Yusef Tiansyah pada dunia riset mendorongnya untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Tekad kuat tersebut mengantarkan wisudawan Departemen Manajemen Teknologi ini dalam menamatkan studi magister di usia 60 tahun 7 bulan dan dinobatkan sebagai wisudawan tertua pada Wisuda ke-129 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sabtu (20/4).
Berkiprah di dunia riset, khususnya hujan buatan, menggerakkan lelaki yang akrab disapa Yusef ini untuk menggali dampaknya bagi masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa masih sedikit penelitian yang mengkaji manfaat ekonomi dari teknologi yang telah diterapkan di Indonesia sejak tahun 1977 tersebut. “Saya perlu keilmuan lebih lanjut dari perguruan tinggi untuk mengkaji hal ini,” ujarnya.
Di balik motivasi untuk berkuliah kembali, sempat terdapat keraguan dalam diri Yusef mengingat usianya yang tak lagi muda. Namun, keraguan tersebut sirna berkat dukungan dari keluarga dan koleganya.
Baca juga:Momen Mengharukan, Wisudawan ITS Wafat Menjelang Wisuda
Salah satunya dari Direktur Pengelolaan Laboratorium, Fasilitas Riset, dan Kawasan Sains Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sehingga ia pun mantap melanjutkan studi magister di Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi (SIMT) ITS pada tahun 2021.
Menduduki jabatan fungsional dalam BRIN, tak pelak membuat lelaki asal Jakarta ini sempat kewalahan membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Yusef lantas memegang prinsip disiplin dalam mengerjakan segala penugasan dari dosen. “Saya tidak suka menunda tugas dan sistem kebut semalam,” tegas lelaki berkacamata tersebut.
Tak hanya keteguhan dalam diri, bantuan dari rekan sesama mahasiswa turut menjadi kiat Yusef dalam menjalani perkuliahan. Ia mengaku kerap kali berdiskusi ketika menemui kesulitan dalam tugas maupun mata kuliah. Menurutnya, hal tersebut membantu untuk menggali pemahaman yang mendalam.
Berkiprah di dunia riset, khususnya hujan buatan, menggerakkan lelaki yang akrab disapa Yusef ini untuk menggali dampaknya bagi masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa masih sedikit penelitian yang mengkaji manfaat ekonomi dari teknologi yang telah diterapkan di Indonesia sejak tahun 1977 tersebut. “Saya perlu keilmuan lebih lanjut dari perguruan tinggi untuk mengkaji hal ini,” ujarnya.
Di balik motivasi untuk berkuliah kembali, sempat terdapat keraguan dalam diri Yusef mengingat usianya yang tak lagi muda. Namun, keraguan tersebut sirna berkat dukungan dari keluarga dan koleganya.
Baca juga:Momen Mengharukan, Wisudawan ITS Wafat Menjelang Wisuda
Salah satunya dari Direktur Pengelolaan Laboratorium, Fasilitas Riset, dan Kawasan Sains Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sehingga ia pun mantap melanjutkan studi magister di Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi (SIMT) ITS pada tahun 2021.
Menduduki jabatan fungsional dalam BRIN, tak pelak membuat lelaki asal Jakarta ini sempat kewalahan membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Yusef lantas memegang prinsip disiplin dalam mengerjakan segala penugasan dari dosen. “Saya tidak suka menunda tugas dan sistem kebut semalam,” tegas lelaki berkacamata tersebut.
Tak hanya keteguhan dalam diri, bantuan dari rekan sesama mahasiswa turut menjadi kiat Yusef dalam menjalani perkuliahan. Ia mengaku kerap kali berdiskusi ketika menemui kesulitan dalam tugas maupun mata kuliah. Menurutnya, hal tersebut membantu untuk menggali pemahaman yang mendalam.