National Hospital Edukasi Penanganan Parkinson dengan DBS, Seperti Apa?
Tim langit 7
Rabu, 24 April 2024 - 17:00 WIB
Dr dr Achmad Fahmi SpBS(K)SubspNF FINPS IFAANS
Pernah mendengar penyakit Parkinson? Perlu diketahui jika parkinson bukan menjadi penyakit yang baru muncul. Penyakit Parkinson mulai dikenalkan sejak 207 tahun silam oleh James Parkinson, seorang dokter dari London, Inggris.
Kala itu, James Parkinson mendeskripsikan Parkinson sebagai penyakit dengan gejala gangguan gerak. Parkinson termasuk penyakit neurodegenerative terbanyak kedua setelah Alzheimer. Parkinson juga berpotensi menyebabkan disabilitas hingga meningkat risiko kematian pada penderitanya.
Parkinson ditandai dengan gejala gangguan gerak berupa kekakuan otot dan perlambatan gerak. Penderita Parkinson bisa saja mengalami gejala yang disertai dengan tremor dan hilangnya stabilitas penopang tubuh.
Baca juga:Kasus DBD Melonjak, Kemenkes Jelaskan Cara Pencegahannya
Informasi yang dihimpun tim National Hospital, dalam rentang waktu 1990 – 2015 ada peningkatan dua kali lipat jumlah penderita Parkinson di dunia. Angkanya menyentuh 6,5 juta penderita pada 2015 lalu di dunia. Diproyeksikan, penderita Parkinson bakal menggemuk hingga 14 juta pasien pada 2040 mendatang.
Sejak 2014 lalu, National Hospital tak berhenti menjaga asa bagi para penderita Parkinson di Indonesia bahkan di dunia. Mulai 2014, National Hospital yang diinisiasi oleh Dr dr Achmad Fahmi SpBS(K)SubspNF FINPS IFAANS masif mengenalkan salah satu cara untuk mengobati Parkinson.
Fahmi mengatakan, parkinson (Parkinson’s disease) merupakan suatu penyakit system saraf pusat yang bersifat menahun dan progresif. Saat ini, penyebab dari penyakit Parkinson ini masih belum diketahui secara pasti.
Kala itu, James Parkinson mendeskripsikan Parkinson sebagai penyakit dengan gejala gangguan gerak. Parkinson termasuk penyakit neurodegenerative terbanyak kedua setelah Alzheimer. Parkinson juga berpotensi menyebabkan disabilitas hingga meningkat risiko kematian pada penderitanya.
Parkinson ditandai dengan gejala gangguan gerak berupa kekakuan otot dan perlambatan gerak. Penderita Parkinson bisa saja mengalami gejala yang disertai dengan tremor dan hilangnya stabilitas penopang tubuh.
Baca juga:Kasus DBD Melonjak, Kemenkes Jelaskan Cara Pencegahannya
Informasi yang dihimpun tim National Hospital, dalam rentang waktu 1990 – 2015 ada peningkatan dua kali lipat jumlah penderita Parkinson di dunia. Angkanya menyentuh 6,5 juta penderita pada 2015 lalu di dunia. Diproyeksikan, penderita Parkinson bakal menggemuk hingga 14 juta pasien pada 2040 mendatang.
Sejak 2014 lalu, National Hospital tak berhenti menjaga asa bagi para penderita Parkinson di Indonesia bahkan di dunia. Mulai 2014, National Hospital yang diinisiasi oleh Dr dr Achmad Fahmi SpBS(K)SubspNF FINPS IFAANS masif mengenalkan salah satu cara untuk mengobati Parkinson.
Fahmi mengatakan, parkinson (Parkinson’s disease) merupakan suatu penyakit system saraf pusat yang bersifat menahun dan progresif. Saat ini, penyebab dari penyakit Parkinson ini masih belum diketahui secara pasti.