Inggris Bakal Bangun Monumen Peringatan bagi Tentara Muslim Pejuang Perang Dunia
Esti setiyowati
Senin, 29 April 2024 - 11:10 WIB
Inggris Bakal Bangun Monumen Peringatan bagi Tentara Muslim Pejuang Perang Dunia
Inggris tengah membangun tugu peringatan perang untuk jutaan tentara Muslim yang bertugas bersama pasukan Inggris dan Persemakmuran selama dua perang dunia, seperti dilaporkan Sky News.
Melansir Arab News, Senin (29/4/2024), monumen dengan tinggi 13,2 meter itu akan berdiri di National Memorial Arboretum di Staffordshire.
Tugu peringatan itu dibangun dari batu bata dan terakota yang akan bertuliskan kisah-kisah pribadi para prajurit.
Sekitar 2,5 juta tentara dan buruh Muslim bertugas di militer negara Sekutu selama Perang Dunia Pertama dan sekitar 5,5 juta pada Perang Dunia Kedua.
Baca juga:MUI Jajaki Kerja Sama dengan Institut Muhammad VI Maroko
“Idenya adalah, saat Anda mendekati tugu peringatan tersebut, Anda akan tertarik. Dan Anda dapat melihat ada lebih banyak detail, lebih banyak informasi, lebih banyak keahlian," kata arsitek tugu peringatan, Benny O’Looney.
“Idenya adalah untuk menunjukkan panorama pengabdian tentara Muslim dalam perang dunia sejak tahun 1914 – narasi luar biasa tentang menutup kesenjangan dan menyelamatkan pasukan ekspedisi di Front Barat.” lanjutnya.
Melansir Arab News, Senin (29/4/2024), monumen dengan tinggi 13,2 meter itu akan berdiri di National Memorial Arboretum di Staffordshire.
Tugu peringatan itu dibangun dari batu bata dan terakota yang akan bertuliskan kisah-kisah pribadi para prajurit.
Sekitar 2,5 juta tentara dan buruh Muslim bertugas di militer negara Sekutu selama Perang Dunia Pertama dan sekitar 5,5 juta pada Perang Dunia Kedua.
Baca juga:MUI Jajaki Kerja Sama dengan Institut Muhammad VI Maroko
“Idenya adalah, saat Anda mendekati tugu peringatan tersebut, Anda akan tertarik. Dan Anda dapat melihat ada lebih banyak detail, lebih banyak informasi, lebih banyak keahlian," kata arsitek tugu peringatan, Benny O’Looney.
“Idenya adalah untuk menunjukkan panorama pengabdian tentara Muslim dalam perang dunia sejak tahun 1914 – narasi luar biasa tentang menutup kesenjangan dan menyelamatkan pasukan ekspedisi di Front Barat.” lanjutnya.