Susu Tak Cocok Gantikan Santan Pada Masakan, Ini Penjelasan Ahli Gizi
Lusi mahgriefie
Jum'at, 24 Mei 2024 - 09:00 WIB
ilustrasi
Pernah dengar menu masakan pakai santan namun diganti dengan susu? Atau Anda salah satunya yang suka melakukan ini? Alasannya mengganti santan dengan susu yaitu untuk mengurangi kolesterol. Benar atau hanya mitos? Yuk simak penjelasannya.
Masakan bersantan menjadi favorit banyak orang. Yang paling terkenal antara lain, opor ayam, gulai, dan kare. Meski jadi favorit tapi juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri yaitu persoalan kolesterol dan lemak. Sehingga banyak orang menggantikan santan dengan susu, dengan alas an lebih sehat. Benarkah?
Baca juga:Deretan Bunga yang Tetap Cantik Meski Jarang Disiram, Cocok untuk Healing
Ahli gizi Dr Rita Ramayulis, DCN, M.Kes menjelaskan, susu tidak sama dengan santan karena keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.
“Susu mengandung kolesterol sedangkan santan tidak. Susu lemaknya rantai pendek dan santan rantai menengah, jadi keduanya tidak cocok untuk saling menggantikan.”
Lagipula, lanjutnya susu jika dipanaskan dalam suhu tinggi dan dipanaskan berkali-kali, lebih dari 2-3 menit maka kandungan gizi, kandungan kalsium, dan proteinnya akan rusak.
“Beberapa vitamin yang teroksidasi juga bisa rusak. Seperti vitamin B1, B2, B3, B6, dan B12,” imbuh Dr. Rita, dikutip dari Instagram @ritaramayulis.
Masakan bersantan menjadi favorit banyak orang. Yang paling terkenal antara lain, opor ayam, gulai, dan kare. Meski jadi favorit tapi juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri yaitu persoalan kolesterol dan lemak. Sehingga banyak orang menggantikan santan dengan susu, dengan alas an lebih sehat. Benarkah?
Baca juga:Deretan Bunga yang Tetap Cantik Meski Jarang Disiram, Cocok untuk Healing
Ahli gizi Dr Rita Ramayulis, DCN, M.Kes menjelaskan, susu tidak sama dengan santan karena keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.
“Susu mengandung kolesterol sedangkan santan tidak. Susu lemaknya rantai pendek dan santan rantai menengah, jadi keduanya tidak cocok untuk saling menggantikan.”
Lagipula, lanjutnya susu jika dipanaskan dalam suhu tinggi dan dipanaskan berkali-kali, lebih dari 2-3 menit maka kandungan gizi, kandungan kalsium, dan proteinnya akan rusak.
“Beberapa vitamin yang teroksidasi juga bisa rusak. Seperti vitamin B1, B2, B3, B6, dan B12,” imbuh Dr. Rita, dikutip dari Instagram @ritaramayulis.