Trik Jitu Marini Zumarnis Melayani Customer Butik
Lusi mahgriefie
Rabu, 29 Mei 2024 - 09:00 WIB
Marini Zumarnis meyakini bahwa customer service yang baik menjadi salah satu kunci kesuksesan dalam berbisnis.Foto-foto/Lusi M
Marini Zumarnis meyakini bahwa customer service yang baik menjadi salah satu kunci kesuksesan dalam berbisnis. Untuk itu, kepada Langit7.id aktris senior tersebut membagikan trik jitu berdasarkan pengalamannya sebagai founder sekaligus owner Mazu Scarf.
“Saya selalu menganggap customer itu seperti raja yang harus dilayani dengan baik. Sebisa mungkin pas mereka datang ke butik atau ke booth kami saat pameran, saya menyapa mereka,” kata Marini saat ditemui di Butik Mazu Label, The Simprug, Jakarta Selatan.
Sikap ramah ditunjukkan, lanjut wanita berjulukan Ibu Peri ini, sebagai bentuk apresiasi terhadap customer yang menyukai produk miliknya. Belum lagi customer yang sengaja datang dari jauh, mungkin ingin bertemu dirinya secara langsung. Jadi datang tidak hanya untuk berbelanja.
Baca juga:Enjoy Berbisnis, Marini Zumarnis Memilih Vakum Akting
“Kalau saya ikutan jaga booth saat pameran, penjualan berbeda jauh dengan saat saya tidak di booth. Customer senang kalau sambil belanja ketemu saya, ngobrol, dan kami foto bareng, itu beda loh feel-nya. Lebih menyentuh ya, dan tidak kaku antara penjual dan pembeli.”
Menurut Marini, saat menjadi seorang pebisnis sebaiknya menanggalkan “jaket” keartisan. Buang jauh-jauh rasa gengsi apalagi tinggi hati lantaran dirinya selebriti.
Sejak 2018 Marini Zumarnis memulai bisnis fashion. Ia mengawali bisnis hijab yang diberi nama InnekeMarini Scarf (IM Scarf), bersama sahabatnya, Inneke Koesherawati. Seiring berjalannya waktu, layaknya dunia bisnis selalu ada perubahan terjadi. IM Scarf berganti kepemilikan dan nama pun diubah menjadi Mazu Scarf (singkatan dari nama Marini Zumarnis).
“Saya selalu menganggap customer itu seperti raja yang harus dilayani dengan baik. Sebisa mungkin pas mereka datang ke butik atau ke booth kami saat pameran, saya menyapa mereka,” kata Marini saat ditemui di Butik Mazu Label, The Simprug, Jakarta Selatan.
Sikap ramah ditunjukkan, lanjut wanita berjulukan Ibu Peri ini, sebagai bentuk apresiasi terhadap customer yang menyukai produk miliknya. Belum lagi customer yang sengaja datang dari jauh, mungkin ingin bertemu dirinya secara langsung. Jadi datang tidak hanya untuk berbelanja.
Baca juga:Enjoy Berbisnis, Marini Zumarnis Memilih Vakum Akting
“Kalau saya ikutan jaga booth saat pameran, penjualan berbeda jauh dengan saat saya tidak di booth. Customer senang kalau sambil belanja ketemu saya, ngobrol, dan kami foto bareng, itu beda loh feel-nya. Lebih menyentuh ya, dan tidak kaku antara penjual dan pembeli.”
Menurut Marini, saat menjadi seorang pebisnis sebaiknya menanggalkan “jaket” keartisan. Buang jauh-jauh rasa gengsi apalagi tinggi hati lantaran dirinya selebriti.
Sejak 2018 Marini Zumarnis memulai bisnis fashion. Ia mengawali bisnis hijab yang diberi nama InnekeMarini Scarf (IM Scarf), bersama sahabatnya, Inneke Koesherawati. Seiring berjalannya waktu, layaknya dunia bisnis selalu ada perubahan terjadi. IM Scarf berganti kepemilikan dan nama pun diubah menjadi Mazu Scarf (singkatan dari nama Marini Zumarnis).