Seruan “All Eyes on Rafah” Menggema di Media Sosial
Lusi mahgriefie
Rabu, 29 Mei 2024 - 21:11 WIB
Seruan All Eyes on Rafah menggema di media sosial.Foto/ist
Seruan “All Eyes on Rafah” menggema di berbagai media sosial. Digemakan oleh para aktivis dan kelompok humanis yang bertujuan untuk meningkatkan perhatian masyarakat dunia terhadap genosida yang terjadi di Gaza.
Secara harafiah “All Eyes on Rafah” memiliki arti “Semua Mata tertuju pada Rafah”. Seruan ini mengajak agar masyarakat dunia memperhatikan serangan terhadap Rafah di Gaza, Palestina.
Seperti dilansir dari Skynews, seruan “All Eyes on Rafah” sepertinya berasal dari Rik Peeperkorn, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Gaza dan Tepi Barat.
Ramainya seruan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Palestina yang terus mendapat serangan dari Israel beberapa bulan belakangan ini, terutama di kota Rafah yang merupakan satu-satunya area saluran bantuan ke warga Palestina di Gaza.
Baca juga:Trump Yakinkan Donatur Yahudi Bubarkan Demonstran Pro-Palestina jika Menang Pilpres 2024
Kota tersebut merupakan perbatasan dan tempat pengungsian warga Palestina. Ketika Rafah turut dibombardir, maka warga Palestina terjebak dan tak bisa ke mana-mana.
Seperti diketahui, pada hari Minggu 26 Mei lalu militer Israel melancarkan serangan udara terhadap kota Rafah di Gaza selatan. Mereka menghantam daerah yang menampung pengungsi Palestina, dan tenda-tenda mereka dibakar. Hal tersebut diungkapkan petugas medis Palestina.
Secara harafiah “All Eyes on Rafah” memiliki arti “Semua Mata tertuju pada Rafah”. Seruan ini mengajak agar masyarakat dunia memperhatikan serangan terhadap Rafah di Gaza, Palestina.
Seperti dilansir dari Skynews, seruan “All Eyes on Rafah” sepertinya berasal dari Rik Peeperkorn, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Gaza dan Tepi Barat.
Ramainya seruan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Palestina yang terus mendapat serangan dari Israel beberapa bulan belakangan ini, terutama di kota Rafah yang merupakan satu-satunya area saluran bantuan ke warga Palestina di Gaza.
Baca juga:Trump Yakinkan Donatur Yahudi Bubarkan Demonstran Pro-Palestina jika Menang Pilpres 2024
Kota tersebut merupakan perbatasan dan tempat pengungsian warga Palestina. Ketika Rafah turut dibombardir, maka warga Palestina terjebak dan tak bisa ke mana-mana.
Seperti diketahui, pada hari Minggu 26 Mei lalu militer Israel melancarkan serangan udara terhadap kota Rafah di Gaza selatan. Mereka menghantam daerah yang menampung pengungsi Palestina, dan tenda-tenda mereka dibakar. Hal tersebut diungkapkan petugas medis Palestina.