LANGIT7.ID-, Washington- - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meyakinkan donatur yahudi akan menindak aksi protes pro-Palestina di kampus-kampus jika ia memenangkan pemilu presiden AS 2024.
Calon terkuat dari Partai Republik tersebut mengatakan kepada sekelompok kecil donatur Yahudi bahwa ia akan mengusir demonstran mahasiswa pro-Palestina dari AS yang ia sebut sebagai bagian dari "revolusi radikal" jika terpilih, menurut laporan The Washington Post.
"Jika kalian memilih saya, dan kalian seharusnya melakukannya ... kita akan memundurkan gerakan itu selama 25 atau 30 tahun," kata Trump, menurut laporan tersebut, mengutip orang-orang yang hadir dalam pertemuan itu dengan syarat anonim.
Mantan presiden itu juga memuji polisi New York karena membersihkan kampus dari para pendemo di Universitas Columbia pada akhir April, dan mengatakan kota-kota lain perlu mengikuti langkah tersebut, dengan menyatakan "hal ini harus dihentikan sekarang.”
Protes mahasiswa terhadap perang Israel di Gaza telah mengguncang AS selama beberapa minggu terakhir, memicu tindakan keras polisi di banyak kampus dan lebih dari 2.000 penangkapan.
Pada pertengahan April, Universitas Columbia telah menyaksikan aksi solidaritas Gaza, dengan mahasiswa mendesak institusi tersebut untuk menarik investasi dari perusahaan yang terkait dengan Israel. Gerakan ini menyebar ke kampus-kampus di California, Texas, dan banyak negara bagian lainnya.
Administrator universitas menuduh demonstran pro-Palestina menggunakan bahasa anti-Semit dan menciptakan lingkungan yang tidak aman di kampus. Namun, mahasiswa menolak tuduhan tersebut, yang menurut mereka bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari apa yang terjadi di Jalur Gaza.
Mayoritas orang Amerika di bawah usia 30 tahun mendukung gencatan senjata di Gaza, menurut sebuah jajak pendapat.
Selama pertemuan donatur di New York pada 14 Mei, Trump menyatakan dukungannya untuk hak Israel melanjutkan "perangnya melawan teror" dan menyoroti kebijakannya terhadap Israel jika ia terpilih. Sebelumnya ia mengatakan Israel sedang "kalah dalam perang PR" dengan tindakannya di Gaza.
"Mereka kalah dalam perang PR. Mereka kalah besar. Tapi mereka harus menyelesaikan apa yang mereka mulai," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara radio konservatif Hugh Hewitt.
Sebagai informasi, serangan Israel di Gaza sejak dimulainya perang telah menewaskan lebih dari 36.000 orang, dengan 81.026 lainnya terluka dan ribuan lainnya hilang, diduga tewas di bawah reruntuhan. Israel melancarkan serangannya di wilayah yang terkepung itu setelah serangan yang dipimpin Hamas di selatan Israel menewaskan sekitar 1.140 orang.
(lam)