Persis Minta Hasil Ijtima Ulama MUI Jadi Pedoman bagi Muslim di Indonesia
Esti setiyowati
Kamis, 06 Juni 2024 - 10:00 WIB
Ketua Umum PP Persis, Kiai Jeje Zaenudin
Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) mendukung seluruh hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI se-Indonesia di Bangka Belitung beberapa waktu lalu. PP Persis juga menyerukan kaum muslimin ikut menerima, menyosialisasikan, mematuhi, dan mempedomani hasil-hasil Ijtima Ulama MUI ke-8 itu.
"Meskipun di Indonesia ini masing-masing ormas memiliki lembaga fatwa, tetapi hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI se-Indonesia itu memiliki posisi yang lebih kuat dan lebih otoritatif," kata Ketua Umum PP Persis, Kiai Jeje Zaenudin, Rabu (5/6/2024).
Sebab, lanjut Kiai Jeje, forum Ijtima Ulama tersebut menghimpun para ahli dan para pakar dari berbagai latar belakang, unsur, dan berbagai lembaga fatwa di Indonesia.
Baca juga:Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa: Youtuber dan Selebgram Wajib Bayar Zakat
Oleh sebab itu, sepatutnya keputusan-keputusan hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI se-Indonesia dijadikan rujukan, pedoman, dan panduan pengamalan bagi seluruh kaum muslimin di Indonesia.
"Ini dengan mengenyampingkan serta menahan diri dari opini dan pendapat masing-masing," ujarnya.
Keputusan Ijtima Ulama tersebut, jelas Kiai Jeje, lebih mencerminkan representasi dari seluruh unsur dan komponen masyarakat muslim se-Indonesia.
"Meskipun di Indonesia ini masing-masing ormas memiliki lembaga fatwa, tetapi hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI se-Indonesia itu memiliki posisi yang lebih kuat dan lebih otoritatif," kata Ketua Umum PP Persis, Kiai Jeje Zaenudin, Rabu (5/6/2024).
Sebab, lanjut Kiai Jeje, forum Ijtima Ulama tersebut menghimpun para ahli dan para pakar dari berbagai latar belakang, unsur, dan berbagai lembaga fatwa di Indonesia.
Baca juga:Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa: Youtuber dan Selebgram Wajib Bayar Zakat
Oleh sebab itu, sepatutnya keputusan-keputusan hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI se-Indonesia dijadikan rujukan, pedoman, dan panduan pengamalan bagi seluruh kaum muslimin di Indonesia.
"Ini dengan mengenyampingkan serta menahan diri dari opini dan pendapat masing-masing," ujarnya.
Keputusan Ijtima Ulama tersebut, jelas Kiai Jeje, lebih mencerminkan representasi dari seluruh unsur dan komponen masyarakat muslim se-Indonesia.